Sedikit Mainan, Banyak Manfaat
Anak-anak dan mainan memang tak terpisahkan. Percaya deh, bagi anak-anak, satu mainan (jadi) bisa jadi beragam fungsi!
Kesimpulannya: anak-anak hanya perlu sedikit mainan (jadi).
Memang apa sih manfaat punya sedikit mainan?
1. Lebih sedikit effort untuk membereskan
Ngga bisa dipungkiri, semakin sedikit mainan yang dimiliki, semakin sedikit effort untuk merawat dan membereskannya. Begitupun sebaliknya. Dan biasanya urusan beres membereskan ini, untuk orangtua dengan anak toodler, masih harus sering "turun tangan". Banyaknya mainan berserakan kemungkinan ngaruh ke mental anak dan orangtua juga.
2. Semakin menumbuhkan kreativitas anak & orangtua
Jiwa anak-anak adalah jiwa-jiwa kreatif. Dengan sedikit mainan, mereka akan berinovasi menciptakan mainan baru dari apa yang ada. Orangtua pun jadi lebih sering mengajak anak membuat praktik mainan DIY sederhana tapi mempesona dan mengandung pembelajaran bagi anak.
3. Lebih hemat ruang dan uang
Tentunya punya lebih sedikit barang termasuk mainan akan memakan lebih sedikit ruang. Apalagi biasanya mainan khususnya yang besar, begitu makan ruang.
Untuk hemat uang, ini sih bisa dibilang "bonus" aja karena anak terbiasa dengan sedikit mainan.
4. Lebih menghargai dan merawat
Jumlah terbatas mainan yang mereka miliki akan membuat anak lebih menghargainya. Ia pun akan lebih notice jika ada mainanya yang rusak atau hilang. Jangan lupa Moms untuk mengajari anak tentang sadar rasa kepemilikan agar ia merawat mainanya dengan baik, bukan agar terus melekat dan tak mau terpisahkan.
5. Punya Secukupnya dan Tidak Impulsif Membeli Mainan
Dengan terbiasa punya sedikit mainan, jangan lupa untuk mengedukasi anak untuk punya mainan secukupnya saja. Selain itu ajarkan anak untuk membeli mainan hanya ketika butuh. Ups, jangan lupa lupa kalau main ke supermarket, bikin kesepakatan sama anak.
Punya sedikit mainan bukanlah penghalang anak untuk tetap beemain.
"Trus kalo udah terlanjur banyak, gimana?"
Decluttering! Gimana langkahnya?
Baca Juga: Decluttering Mainan Anak Yuk!

Comments
Post a Comment