Posts

Digital Decluttering, Seni Merapihkan Diri Di Balik Kehidupan Digital

Image
    Momsis coba deh cek ada berapa banyak foto dan video yang numpuk di galeri hp? ratusan? ribuan? atau belasan ribu? Atau pernah cek email tidak? Ada berapa banyak pesan promosi yang masuk dan cuma membuat inbox terlihat penuh? Atau … pernah cek aplikasi yang ada di hp? Ada berapa aplikasi yang ternyata sudah 3 bulan lebih tidak pernah dibuka? Hmm sepertinya kita sering kali luput, bahwa salah satu hal yang terdekat dengan kita, yakni HP terkadang membawa banyak “barang” yang sejatinya unfungsional bagi kehidupan kita. Kehidupan digital memiliki jejak yang besar, tapi seringkali kita tidak menyadarinya dan membiarkan mereka menjadi satu alasan pemicu terjadinya mental load pada diri kita.  Lalu apakah bisa kita merapihkan semuanya sebagaimana kita merapihkan lemari dan rumah kita ? Yes, tentu saja bisa. Kita bisa menyebutnya sebagai ‘ digital decluttering’ .  Digital Decluttering adalah seni merapihkan, memilah, dan menghapus berbagai hal yang ‘tidak penting’ bai...

Menerapkan Budaya Decluterring untuk Hidup Lebih Bermakna

Image
  Budaya adalah pola perilaku dan berpikir yang sudah menetap dan diwariskan. Berasal dari bahasa Sansekerta “ Buddhayah ” jamak dari Buddhi yang berarti budi atau akal. Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya mulai dari makanan, minuman, pakaian, rumah adat, hingga kebiasaan. Nah ada salah satu yang menarik tentang kebiasaan karena sebenarnya kebiasaan adalah budaya yang timbul dari kegiatan kita yang terus berulang dilakukan. Contohnya kebiasaan ke kampung halaman saat musim lebaran tiba yang menjadi budaya Mudik, sopan santun kepada orang yang lebih tua, makan lesehan, sampai budaya gotong royong membersihkan lingkungan sekitar. Dengan bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar kita, secara tidak langsung kita mempererat tali silaturrahmi keakraban dengan para tetangga sekaligus menyadari pentingnya menjaga tempat tinggal kita. Lingkungan yang bersih akan nyaman ditinggali, lebih sehat, aman dan terhindar dari berbagai penyakit. Mari kita mengenal satu kebiasaan ba...

Strategi Hemat Pengeluaran Lewat Gaya Hidup Minimalis

Image
  Beberapa hari yang lalu, aku mendengar percakapan para tetangga dan para pedagang di pasar tentang harga kebutuhan pokok yang semakin mahal. Sembako. Sembilan bahan kebutuhan pokok yang harus ada dalam kehidupan sehari-hari. Berupa beras, minyak, gula pasir, telur, gas, garam, terigu, susu dan daging sapi, ayam atau ikan. Belum lagi harga sayur mayur serta buah yang semakin tinggi. Yang lebih miris adalah kondisi ekonomi semakin lesu karena efek perang serta ketidakpastian pendapatan dan kesempatan kerja. Masalah gizi masih menjadi salah satu tantangan utama kesehatan masyarakat di Indonesia. Di tengah kemajuan layanan kesehatan dan akses informasi yang semakin luas, persoalan gizi kurang, gizi lebih, serta pola makan yang tidak seimbang masih ditemukan di berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), permasalahan gizi di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan kekurangan asupan, tetapi juga kesalahan pola konsumsi. K...

#BajuLamaRasaBaru Solusi Hemat Budget, Ruang dan Cegah Sampah Pakaian

Image
Baju baru, Alhamdulillah Tuk dipakai di hari raya Tak punya pun tak apa-apa Masih ada baju yang lama   Sepatu baru, Alhamdulillah Tuk dipakai di hari Raya Tak punya pun tak apa-apa Masih ada sepatu yang lama (Dhea Ananda)   Itulah sepenggal lirik dari lagu anak-anak tahun 90 an yang populer di Indonesia apalagi menjelang musim lebaran. Setiap musim lebaran Idul Fitri tiba, seolah sudah menjadi tradisi dan kebiasaan banyak orang untuk membeli baju baru guna memeriahkan hari raya. Tidak mengherankan setiap tahunnya, ada tren fashion baju lebaran yang berbeda. Tahun 2023 ada tren warna hijau sage. Tahun 2024 ada tren Shimmer & Shiny. Tahun 2025 ada tren Abaya dan cokelat mahoni dan yang paling terbaru di tahun 2026 ini adalah tren gamis “Rompi lepas, gamis Bini orang, gamis Istri Sah, hingga gamis Mertua Idaman.” Lucu ya? hampir setiap musim lebaran selalu ada cerita tentang fashion terbaru. Lantas dari mana sebenarnya tren ini dimulai? Dilansir dari...

MMID CLASS Ramadan & Suistainability : Dari Takjil sampai Baju dan Hampers Lebaran

Image
  Alhamdulillah kita kini sudah berada di pertengahan bulan ramadan. Bulan mulia dengan segala kebaikan di dalamnya. Khusus untuk para ibu, bulan ramadan biasanya juga merupakan bulan yang lebih sibuk dari bulan biasa. Para ibu dituntut untuk berpikir lebih kreatif dalam menentukan menu sahur, berbuka, memilih baju lebaran keluarga hingga memilih hampers lebaran untuk mertua atau orang tercinta. Untuk Mom dan Sister yang sedang bingung menghadapi hal tersebut jangan khawatir karena MMID Class pada tanggal 07 Maret 2026 baru saja mengadakan webinar dengan Tema: Ramadhan & Sustainability : Dari Takjil sampai Baju dan Hampers Lebaran. Webinar ini dimaksudkan untuk menerapkan Bijak konsumsi di bulan Ramadan. Dipandu oleh Mom Mufid Azizi (Mufid) dan narasumber Mom Evi Syahida (Visya) founder MMID, seorang blogger, penulis, dan Ibu rumah tangga. Di awal sesi webinar para peserta diberikan pertanyaan tentang (Apa yang masih menjadi Tantangan MomSis di Ramadhan kali ini? ) dan kebanya...

Temu Perempuan Minimalis 2026: Wear Wisely, Live Fully

Image
Tahun baru, semangat baru. Menyusun resolusi, menata rencana, bahkan mungkin mulai memindai untuk menambah barang baru di rumah. Namun, di tengah semangat yang serba baru ini, ada satu pertanyaan yang patut kita pikirkan sejenak: Apakah benar kita membutuhkan lebih banyak, atau justru perlu belajar merasa cukup?

Peran Ayah dalam Minimalisme

Image
Bagaimana, ya, penerapan gaya hidup minimalisme dalam sebuah keluarga? Jika filihat sekilas, peran ayah kerap luput dari pembahasan. Padahal, rumah adalah ruang bersama dan nilai yang tumbuh di dalamnya dibentuk dari kerjasama para anggotanya. Minimalisme bukan hanya tentang mengurangi barang, tetapi juga tentang membangun kesadaran, kebiasaan, dan teladan yang diturunkan dari orang tua kepada anak-anak.