MMID Chapter Malang Hadirkan Ruang Mindfulness di Era yang Serba Cepat

 


Era globalisasi saat ini menjadi era yang menggiring manusia untuk berjalan serba cepat. Kondisi ini sering kali membuat kita lupa menikmati setiap perjalanan dan segala hal yang kita miliki secara berkesadaran atau mindfulness. Padahal mindfulness dapat menjaga kita untuk tetap sadar dan menikmati setiap momen, emosi, serta situasi yang ada saat ini, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kesehatan mental dan kualitas hidup kita.

.

Hal inilah yang menginspirasi MMID Chapter Malang untuk menghadirkan sebuah Talk Show Minimalism bertajuk “Less Stress, More Breath: Minimalism, Mindfulness, and Mental Health for Youth” pada Minggu, 10 Mei 2026, di Kampung Mahasiswa, Malang. Talk show ini menghadirkan Ibu Udi Rosida Hijrianti, M.Psi., Psikolog sebagai pembicara. Beliau merupakan dosen dan psikolog Fakultas UMM sekaligus Kepala Human Development & Family Center (HDFC). HDFC adalah pusat kajian di bawah Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berfokus pada tahapan perkembangan manusia dan dinamika kesejahteraan keluarga. Acara ini dipandu oleh Imraatul Mudzakkirah, seorang praktisi decluttering dan kontributor buku My Minimalist Life Journey. Talk show ini diikuti oleh mahasiswa Psikologi UMM dan masyarakat umum. Para peserta mengikuti kegiatan dengan sangat antusias. Acara ini dipandu oleh Imraatul Mudzakkirah, seorang praktisi decluttering dan kontributor buku My Minimalist Life Journey. Talk show ini diikuti oleh mahasiswa Psikologi UMM dan masyarakat umum. Para peserta mengikuti kegiatan dengan sangat antusias.



Salah satu pesan penting yang disampaikan oleh pembicara adalah bahwa mindfulness dapat membantu kita mengontrol diri dan emosi di tengah keadaan yang sering kali tidak terkendali. Kondisi saat ini membuat kita kerap berjalan tanpa kesadaran penuh sehingga memunculkan impulsivitas dalam berbagai aspek kehidupan, seperti boros dalam berbelanja, menumpuk barang, dan berbagai perilaku lainnya. Mindfulness membantu kita untuk tetap sadar dan menikmati apa yang kita miliki agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi dan hal-hal yang sebenarnya tidak kita perlukan.

Selain talk show, MMID Chapter Malang juga menghadirkan Pasar Tukar yang menjadi sarana bagi para perempuan untuk menghibahkan barang yang sudah tidak terpakai dan mengadopsi barang baru. Peserta tampak sangat antusias dan bersemangat mengikuti Pasar Tukar ini. Setiap peserta dapat menghibahkan barang-barang layak pakai yang dimiliki untuk kemudian dikurasi dan dipilih lima barang yang lolos untuk diikutsertakan dalam Pasar Tukar.

Pasar Tukar menjadi wadah yang bermanfaat dan membawa banyak kebahagiaan bagi para peserta. Selain dapat menghibahkan dan mengadopsi barang, Pasar Tukar juga menjadi arena bertemunya para perempuan minimalis untuk bersilaturahmi dan mendapatkan teman baru. Kegiatan ini turut menumbuhkan semangat berbagi serta kepedulian terhadap sesama melalui pemanfaatan barang yang masih layak pakai. Suasana hangat dan penuh kebersamaan yang tercipta membuat Pasar Tukar bukan hanya sekadar tempat bertukar barang, tetapi juga ruang untuk saling menginspirasi. 

Talk show dan Pasar Tukar kali ini telah membawa dampak positif bagi para perempuan karena mampu menumbuhkan kesadaran mengenai gaya hidup mindfulness dan minimalism yang dapat meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia. Di tengah dunia yang bergerak begitu cepat, mindfulness dan minimalism bukan sekadar tren, melainkan cara untuk menjaga kesehatan mental, mengenali diri sendiri, serta menikmati hidup dengan lebih utuh dan bermakna. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus hadir di berbagai komunitas dan menjadi ruang aman bagi perempuan untuk saling belajar, berbagi, dan tumbuh bersama menuju kualitas hidup yang lebih baik.

Penulis : Fadhilah Aunillah
Editor : Inong Islamiyati dan Evi Syahida

Comments

Popular posts from this blog

Strategi Hemat Pengeluaran Lewat Gaya Hidup Minimalis

Review Buku "My Minimalist Life Journey": Ragam Kisah di Balik Minimalisme yang Tak Melulu Soal Barang

Less Waste & Minimalism at Work bersama MUC Eco Movement