Strategi Hemat Pengeluaran Lewat Gaya Hidup Minimalis

 


Beberapa hari yang lalu, aku mendengar percakapan para tetangga dan para pedagang di pasar tentang harga kebutuhan pokok yang semakin mahal. Sembako. Sembilan bahan kebutuhan pokok yang harus ada dalam kehidupan sehari-hari. Berupa beras, minyak, gula pasir, telur, gas, garam, terigu, susu dan daging sapi, ayam atau ikan. Belum lagi harga sayur mayur serta buah yang semakin tinggi. Yang lebih miris adalah kondisi ekonomi semakin lesu karena efek perang serta ketidakpastian pendapatan dan kesempatan kerja.

Masalah gizi masih menjadi salah satu tantangan utama kesehatan masyarakat di Indonesia. Di tengah kemajuan layanan kesehatan dan akses informasi yang semakin luas, persoalan gizi kurang, gizi lebih, serta pola makan yang tidak seimbang masih ditemukan di berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), permasalahan gizi di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan kekurangan asupan, tetapi juga kesalahan pola konsumsi. Konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak masih cukup tinggi. Sementara asupan protein, serat, vitamin, dan mineral dari bahan pangan alami belum optimal. Kondisi ini berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan obesitas.

Contoh Menu Masakan Sehari-hari 

Gizi yang baik sangat penting dalam perkembangan anak-anak dan orang dewasa. Dengan tercukupinya kebutuhan makanan, maka tubuh kita akan mendapatkan asupan energi dan siap untuk menjalani hari dengan penuh semangat. Tidak mengherankan apabila kondisi ini membuat para Mom dan Sister harus memutar otak untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari agar tidak terlalu boros dalam pengeluaran. Untuk itulah kita bisa menerapkan gaya hidup minimalis dalam rumah tangga agar kondisi dompet tetap aman.

Gaya hidup minimalis sendiri menekankan tentang pentingnya prinsip “Less is More.” Sedikit namun bermakna. Hal penting yang harus dicatat adalah prinsip ini menekankan gaya hidup hemat tetapi bukan dalam artian pelit apalagi kikir. Prinsip ini bertujuan agar kita bisa mencapai ketenangan, efisiensi, dan kebebasan finansial. Berikut adalah beberapa contoh yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Decluttering (Mengurangi Barang)

Tahukah kamu. Bahwa dengan memiliki barang yang terlalu banyak kita menyumbang jumlah sampah yang lebih banyak bagi bumi kita. Dengan mengurangi jumlah barang yang kita punya, secara tidak langsung kita sudah berkontribusi lebih terhadap lingkungan. Misalnya, kita tidak membeli baju baru setiap bulan atau membatasi membeli barang yang tidak terlalu diperlukan. Kita juga bisa mencatat dan membongkar barang apa saja yang tidak penting. Kamu bisa menyumbangkan barangmu ke tetangga dan saudaramu yang lebih membutuhkan. Atau kamu bisa memperbaiki barangmu yang rusak sehingga bisa dipakai kembali.

2. Membuat Meal Preparation selama seminggu

Bagi seorang ibu, memikirkan menu makanan setiap hari adalah hal yang rumit. Ibu harus memastikan makanan yang akan dikonsumsi untuk keluarganya enak, cukup gizi, tetapi juga sesuai dengan jumlah uang yang ada. Tidak heran harga sembako yang semakin melambung menjadi momok menakutkan tersendiri bagi para ibu dan perempuan. Membuat jadwal menu selama seminggu, tidak berbelanja setiap hari, dan mencoba resep masakan sederhana namun kaya gizi adalah hal yang bisa dicoba dan diterapkan.

3. Memilih alternatif liburan yang lebih hemat

Sebagai manusia yang sibuk menjalani aktivitas setiap hari, tentu saja kita ingin sesekali menenangkan pikiran bersama teman-teman atau keluarga. Demi menghemat pengeluaran, kita bisa memilih liburan yang sederhana namun tetap bermakna. Misalnya menonton film bersama-sama di rumah, jalan santai bersama di hari libur, atau bisa pergi ke perpustakaan untuk membaca buku. Selain lebih bermanfaat dan hemat, alternatif liburan sederhana ini juga bisa menyadarkan kita dan keluarga bahwa liburan yang bermakna tidak harus ke tempat yang jauh atau menghabiskan banyak biaya. Yang terpenting adalah waktu kebersamaan dengan orang yang kita sayangi.

Aktivitas menonton televisi bersama keluarga 

4. Manfaatkan Ulang Barang dan Hemat Energi

Kita bisa memanfaatkan barang lama kita dengan cara memperbaiki barang tersebut atau memakainya kembali sehingga umur masa pakai barang tersebut lebih lama. Misalnya kita menggunakan wadah bekas es krim untuk menaruh bawang. Mengumpulkan botol-botol bekas agar bisa digunakan untuk pot tanaman atau diberikan ke bank sampah untuk bisa diolah kembali. Kita juga bisa menghemat energi yakni mematikan lampu saat tidur di malam hari, memakai air dengan lebih bijak, dan tidak menggunakan daya listrik berlebihan.

Dengan menerapkan gaya hidup minimalis seseorang dapat mengurangi stres, memiliki lebih banyak ruang (fisik dan mental), serta lebih menghargai apa yang dimiliki. Bijak dalam mengelola uang akan mengajarkan kita bahwa mencari uang tidaklah mudah sehingga kita harus memanfaatkan rezeki yang kita dapatkan sebaik mungkin. Jangan lupa untuk menyiapkan sedikit dana darurat apabila kamu terpaksa membeli sesuatu dalam waktu yang mendadak. Bijak pengeluaran, hidup tanpa beban.


Comments

Popular posts from this blog

MMID CLASS Ramadan & Suistainability : Dari Takjil sampai Baju dan Hampers Lebaran