MMID Book Discussion "Belajar Hidup Melambat & Sadar Lewat Buku SLOW”

 


Minimalist Moms Indonesia kembali mengadakan diskusi buku Slow karya Greatmind dengan tema Belajar Hidup Melambat & Sadar Lewat Buku SLOW tanggal 24 Mei 2026 lalu. Buku ini ditulis agar kita lebih memahami tentang slow living melalui diskusi beberapa tokoh publik. Acara dipandu oleh Moderator Mom Mufid Azizi dan Mom Evi Syahida selaku book stargrammer & pegiat hidup minimalis. 


Di era modern ini, ada sebuah stigma dan konstruksi sosial tentang kesibukan. Ada kecenderungan dalam masyarakat urban yang menjunjung tinggi produktivitas ekstrem. Semakin sibuk seseorang, mereka dianggap semakin hebat dan memiliki nilai lebih. Sebaliknya, mereka yang meluangkan waktu untuk bersantai atau menikmati hidup dengan tempo lebih lambat sering kali dicibir dan diberi label negatif seperti ‘pengangguran’ atau ‘pemalas’. Padahal tidak ada salahnya dengan menjadi lamban. Lamban bukan berarti berhenti. Lamban adalah bergerak dengan lebih santai dan hati-hati. 

Konsep Dasar: Slow & Minimalism

Gaya hidup melambat berjalan beriringan dengan prinsip minimalisme. Kolaborasi kedua konsep ini memberikan tiga dampak utama bagi individu:

1. Fokus pada Hal Esensial guna mengajak kita untuk fokus pada apa yang benar-benar penting dan menjalani hidup secara lebih intentional (sengaja/bertujuan).

2. Menyederhanakan Hidup agar membantu kita mengurai kerumitan rutinitas dan fokus pada kualitas.

3. Rasa Cukup guna mengajarkan dan menumbuhkan rasa cukup terhadap apa yang sudah dimiliki.

Banyak orang salah kaprah dalam mengartikan konsep Slow Living. Slow Living bukan mengajak kita untuk menjadi malas atau berhenti berkembang . Yang terjadi sebenarnya adalah Slow Living mengajarkan kita untuk Lebih sadar (mawas diri terhadap tindakan), Tidak terburu-buru dalam proses dan Quality over quantity & speed (mengutamakan kualitas dibanding jumlah atau kecepatan). 

Implementasi dan Contoh Nyata


Untuk mempraktikkan hidup melambat, ada beberapa langkah nyata yang bisa diterapkan sehari-hari:

1. Hindari Multitasking dengan Fokus menyelesaikan satu pekerjaan secara utuh sebelum berpindah ke hal lain demi menjaga kualitas perhatian.

2. Tidak Overcommitting, Belajar mengukur kapasitas diri dan berani membatasi komitmen (tidak mengambil semua hal/jadwal secara berlebihan).

3. Menikmati Proses: Menjalani setiap tahapan atau progres hidup tanpa melulu terpaku pada hasil akhir secara instan.

4. Jangan “Bunuh Rasa Bosan”: Jangan terburu-buru membunuh rasa bosan dengan gawai atau hiburan instan di ujung jari. Rasa bosan justru menjadi ruang bagi kita untuk mengambil jeda, yang pada akhirnya memicu kreativitas dan kesempatan berpikir jernih.

Manfaat Menjalani Hidup dengan Perlahan.


Ada beberapa manfaat yang akan kita dapatkan dengan menjalani hidup dengan perlahan. Terkadang menjalani kehidupan yang terlalu cepat dan kaku justru membuat kita tidak bisa menikmati hidup. Pada nyatanya menjalani hidup dengan kesadaran penuh dan perlahan akan memberikan dampak positif yang nyata bagi dimensi duniawi maupun ukhrawi.

Pertama memberikan Kesadaran & Mawas Diri sehingga kehidupan menjadi lebih terarah, baik untuk urusan dunia maupun akhirat. Kedua minim Kekeliruan sehingga membantu kita berpikir lebih jernih dan meminimalisasi keputusan yang salah. Ketiga untuk menjaga kesehatan Fisik & Mental. Dengan menjaga kehidupan dengan perlahan akan membantu kita dalam menyaring hal-hal yang benar-benar prioritas serta mencegah overcommit yang bisa merusak kesehatan fisik dan mental.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Sesi Diskusi & Tanya Jawab. Peserta Risty & Ira memberikan pertanyaan Sering kali kita merasa mampu menangani semua kegiatan sekaligus, tetapi pada akhirnya terjebak dalam multitasking yang melelahkan. Bagaimana menyikapinya?

Neneng Widia Fitriani memberikan insight diskusi dengan mengingatkan sebuah analogi cerita tentang “Nelayan dan Pengusaha”. Di mana sang pengusaha menyuruh nelayan bekerja sangat keras agar sukses dan bisa pensiun untuk memancing dengan santai. Padahal, sang nelayan saat ini sudah bisa memancing dengan santai tanpa harus melewati siklus stres yang dipaksakan. Ini menjadi refleksi bersama tentang apa yang sebenarnya kita kejar dalam hidup ini. 

Jalani kehidupan ini dengan santai namun juga perencanaan masa depan. Karena mengejar dunia memang tidak ada habisnya dan membuat kita lupa untuk menikmati dan mensyukuri kehidupan yang kita jalani sekarang.












Comments

Popular posts from this blog

Strategi Hemat Pengeluaran Lewat Gaya Hidup Minimalis

Review Buku "My Minimalist Life Journey": Ragam Kisah di Balik Minimalisme yang Tak Melulu Soal Barang