Menerapkan gaya hidup minimalis adalah hidup dengan berkesadaran, salah satu sadar bahwa menjaga bumi adalah sebuah "kewajiban".
Tidak, kita tak harus (mendadak) jadi plant-based person alias menanam segala sumber pangan apalagi jika memang itu bukan preferensinya atau menjadi antipati dengan listrik. Kita bisa menjaga bumi dengan membangun kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan.
Berikut beberapa kebiasaan baru yang layak kamu pertimbangkan untuk dilakukan, referensi dari buku Seni Membuat Hidup Jadi Lebih Ringan oleh Francine Jay.
1. Kurangi Sampah
Kita semua tentu tahu produksi sampah di TPA terus bertambah setiap hari. Mulailah hidup lebih ringan dengan mengurangi produksi sampah sebanyak yang kita bisa, misal gunakan reusable bag alih-alih kresek sekali pakai, gunakan popok kain alih-alih diapers, bercukurlah dengan alarm listrik alih-alih sekali pakai dan lain sebagainya.
- Pilihan barang konsumsi yang minim kemasan
- Habiskan makananmu untuk menekan produksi food waste.
- Setiap kali membeli sesuatu, pikirkan cara membuang (kemasannya).
Oh ya, hacks dariku, untuk satu (lantai) rumah sediakan saja satu tempat sampah.
2. Makan dengan Ringan
Langkah ini dimulai dari belanja, mengelola, menyajikan hingga menyantap di meja makan. Pertama, belanjalah bahan pangan dari sumber lokal terdekat misal petani, tukang sayur.
Kedua, manfaatkan musim bahan pangan untuk membuat menu makan. Misal, musim mangga, kamu bisa membuat puding mangga atau bahkan mangga potong untuk menu buah.
Ketiga, utamakan mengkonsumsi tanaman alih-alih hewan. Dalam buku ini, Francine berpendapat bahwa butuh berkilo-kilo rumput untuk menghasilkan daging hewan.
Keempat, makanlah bahan-bahan organik. Cermatilah bahan pangan yang ingin Beli, usahakan bebas pestisida dan zat berbahaya lainnya.
Kelima, makanlah secukupnya. Nikmati sesi makan dengan tenang dan kenali alarm tubuh. Dalam Islam "makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang" memang bagus buat kesehatan.
Oh ya buku ini menyarankan kurangi konsumsi daging. Tapi semua kembali pada kebutuhan gizi individu; seberapa banyak jumlah dan frekuensi yang dibutuhkan.
3. Membeli dengan Berkesadaran & Untuk Jangka Panjang
Membeli dengan berkesadaran artinya membeli sesuai kebutuhan juga memperhatikan asal usul sampai barang ini ada di toko. Tanpa bermaksud memprovokatori, alangkah bijaknya meminimalisir pembelian dari perusahaan atau bahkan negara yang merugikan lingkungan & pekerjanya (kuncinya memang harus update berita).
Membeli untuk jangka panjang untuk meringankan langkah artinya membeli barang berkualitas & tahan lama. Pertimbangkan durabilitas, desain, kegunaan (multifungsi) dan bisa bekerja selama mungkin (tentunya disertai perawatan yang baik).
Membeli dengan berkesadaran juga secara tak langsung berkaitan dengan kurangi belanja impulsif.
4. Membeli Barang Bekas, Pinjam & Sewa
Ketika membutuhkan sesuatu, sebelum mulai mencari yang baru, coba pertimbangkan untuk meminjam atau menyewanya. Apalagi jika barang tersebut dibutuhkan untuk sementara saja semisal baby walker atau perlengkapan bayi lainnya dan lain-lain. Di Indonesia ada beberapa aplikasi pinjam, di Instagram juga banyak jasa sewa berbayar.
Kalau aku biasanya tanya dulu ke teman-teman ibu terdekat apakah punya barang yang dibutuhkan dan bisa dipinjamkan? Jika tidak, cari persewaan.
Jika memang meminjam atau menyewa tak memungkinkan, cobalah cari bekasnya (kecuali beberapa barang yang memang sebaiknya baru seperti underwear). Alasan utamanya, semakin banyak barang baru, semakin banyak (bakal) sampah kelak, sementara pakaian bekas juga masih ada yang sangat layak pakai. Kalau di Indonesia kalian bisa coba situs Carousel, @clothforcharity dan beberapa bazaar preloved yang mungkin diadakan di acara tertentu.
5. Membersihkan Diri & Rumah dengan Ringan
Berkaitan dengan bagaimana memilih produk perawatan yang aman bagi tubuh dan produk pembersih yang bebas zat berbahaya. Nah dalam buku ini penulis menyarankan menggunakan bahan alami seperti
- madu, minyak zaitun dan oatmeal untuk pembersih dan pelembab alami
- baking soda untuk menghilangkan bau & noda pada wajan, wastafel & dll
- cuma dan air untuk membersihkan jendela, permukaan kompor, ubin, dll.
Beberapa tips lainnya yaitu
- bacalah kandungan zat sebelum memakai produk, jika berbahaya, udahan ganti alternatif lainnya
- kunci membersihkan runah adalah sering melakukannya agar debu & kotoran tidak menumpuk
- jika sudah terlanjur "menyimpan" zat berbahaya di rumah, hubungi pihak tertentu untuk membuangnya dengan aman
6. Menghuni dengan Ringan
Hiduplah dengan ringan dengan menghuni rumah dengan luas tak terlalu besar. Dampaknya seperti efek domino; besar dan luas. Semakin besar ukuran rumah, semakin besar energi listrik dibutuhkan, juga tenaga untuk membersihkan, pun sebaliknya. Alih-alih memperluas rumah, perbanyaklah area terbuka hijau.
Seberapa ukuran rumah, berbeda-beda bagi tiap keluarga, tergantung jumlah penghuninya juga. Kalian yang paling tahu ukuran pas menurut kalian.
7. Berkendara dengan Ringan
Tak banyak orang menyadari, penggunaan mobil menghasilkan jejak karbon pada alam. Penulis menyarankan agar kita melihat dulu opsi transportasi publik alih-alih naik mobil dan berpenumpang satu orang saja. Lagi-lagi semua tergantung kebutuhan individu. Soal mobil, juga tak berarti harus punya. Ada kalanya menyewa, misal,
Beberapa tips dari penulis:
- Caritahu opsi transportasi publik alih-alih langsung mengendarai mobil pribadi
- Pertimbangkan membuat saling menebeng dengan rekan kerja
Beberapa memang terlihat tidak secara langsung berdampak ke bumi, tapi jika dilakukan konsisten niscaya akan sangat berdampak. Dari ke-7 tips di atas, yang paling relate dengaunk adalah nomor 1-6. Masih belajar dan terus belajar. :)
Kalian sudah mulai mengaplikasikan point nomor berapa (saja)?
Comments
Post a Comment