Minimalis & Mindfulness dan Hal-hal yang Aku Terapkan

 

Ngomongin soal minimalis, banyak aspek yang berkaitan dengannya. Prinsip hidup minimalis bagaikan bola besar dengan isi-isi di dalamnya, salah satunya adalah mindfulness atau berkesadaran. Mungkin kalian sudah seeing mendengar istilah ini. Aku pribadi baru di tahun 2020 mendengar istilah ini. Dan ngga nyangka segitu hebatnya jika diterapkan dalam kehidupan termasuk dalam gaya hidup minimalis. Yap, minimalis & mindfulness adalah dua hal yang saling berkaitan dan ketika digabungkan akan menciptakan kombinasi yang hebat.

Jadi, apa sih hubungannya apa sih minimalis dan mindful? Oh ya apa pula sebenarnya minimalis dan mindfulness? Dan apakah kedua istilah itu bisa benar-benar membuat hidupmu lebih baik? Jika ya, bagaimana caranya?


Apa itu Mindfulness
Sebelum beranak lebih lanjut, yuk cari tahu dulu makna mindfulness itu sendiri. Dalam Bahasa Indonesia, mindfulness berarti berkesadaran.

“Mindfulness means being awake. It means knowing what you are doing.”
- Jon Kabat Zinn (internationally recognized scientist, writer, and meditation teacher)

Contoh sederhanaya begini, pada suatu pesta, kalian mau memakan sebuah kue. Ada dua cara menikmati kue. Cara pertama, memakannya langsung dalam sekali gigit dan sambil berbincang dengan teman atau bernyanyi. Ketika kalian menggunakan cara ini, ups, ternyata kuenya ngga kerasa udah habis aja. Alhasil, pengen makan lagi. Meskipun belum tentu masih lapar.

Cara kedua, kalian fokus menikmati kue tanpa melakukan aktivitas lain. Kalian nikmati setiap gigitannya; tekstur, rasa dan aromanya. Semoga pikiran dan perasaan kalian berfokus pada kegiatan memakan kue tersebut. Daaann ketika kue habis dimakan, kalian niscaya merasa cukup. Kalaupun mau tambahan, itu hanya karena kalian yakin masih merasa lapar, bukan keinginan semata.

Nah, kurang lebih seperti itulah praktik mindfulness dalam kehidupan saat ini. Kita berfokus pada kehidupan masa kini; pikiran, tenaga dan waktu. Eh bukan berarti ngga boleh mernacang masa depan lho!

Sebenarnya ada beberapa pemahaman soal mindfulness ini, tapi secara umum mindfulness adalah menjaga perhatian, perasaan, pikiran dan kegiatanmu pada setiap kegiatan atau peristiwa. Yap, intinya adalah seni menjaga perhatian diri sepanjang waktu, memang lebih mudah dikagana daripada dilakukan, hehe. Tapi bukan ngga mungkin.

Apa itu Minimalis
Oke, setelah memahami apa itu mindfulness, mari beranjak ke makna minimalis. Banyak yang memahami, minimalis hanya sekadar konsep pada rumah dan furnitur. Banyak juga yang berpendapat minimalis semacam tren membersihkan dan mengatur rumah. Kalau menurutku pribadi, yang pertama tentu miskonsepsi, yang kedua, itu hanyalah bagian kecil menuju hidup minimalis. Minimalis adalah sebuah prinsip hidup dimana kamu hanya secara sadar memilih barang, perasaan dan hal lainnya ke dalam hidupmu, yang benar-benar menambah nilai hidupmu.

Ngga ada aturan baku cara menjadi seorang minimalis. Sebagai contoh, seseorang yang hidup dengan kurang dari 100 barang dan tinggal di rumah berukuran minimalis, berbelanja dengan sadar namun dia kerap menggunakan uangnya untuk membeli ebook untuk dibacanya. Apakah bisa kita katakan ia bukan seorang minimalis sesungguhnya? Tentu tidak.

Dia telah mengkostumisasi apa-apa yang penting baginya dengan cara uniknya dan itulah yang para minimalis perlu lakukan. Kita ngga harus mengikuti plek ketiplek buku, blog atau seseorang untuk menjadi minimalis, sederhananya cukup tanyakan pada dirimu "apa yang penting bagiku" dan ikutilah nuranimu.

“Minimalism is a tool that can assist you in finding freedom. Freedom from fear. Freedom from worry. Freedom from overwhelm. Freedom from guilt. Freedom from depression. Freedom from the trappings of the consumer culture we’ve built our lives around. Real freedom.”

- The Minimalists (Joshua Fields Millburn & Ryan Nicodemus - American authors, filmmakers, and public speakers)

Ketika kita mengadopsi prinsip hidup minimalis, tempat tinggal kita menjadi lebih bersih, ngga berantakan dan barang-barang tertata baik dan itu bisa membuat pikiranmu merasa "terbenahi" dengan baik. Setelah melalui proses identifikasi mana yang prioritas bagi kita dan mana yang tidak, kita secara ngga langsung bwlaajr banyak dari diri kita yang mungkin saja dulu masih tersembunyi dari kita.

Bagaimana Minimalis Mempengaruhi Mindfulness
Ketika kita mempraktikkan mindfulness artinya kita juga membangun perhatian pada apa-apa yang melelahkan bagi kita. Kita semakin mendekatkan untuk mengidentifikasi hal-hal yang kita sukai atau tidak sukai. Supaya bisa tetap hidup di masa kini, kita harus "meng-clear-kan" apa-apa yang mengganggu di masa kini.
Kita bakal menemukan hal-hal distraksi tersebut adalah hal atau bahkan benda yang sama (benda-benda useless di rumahmu atau pikiran dan emosi toxic di kepalamu) yang ingin kamu enyahkan lewat minimalism.

Bagaimana Mindfulness Mempengaruhi Minimalis
Ketika kamu memutuskan menyederhanakan hidup dengan prinsip hidup minimalis, tanya hatimu; apa prioritasku? Apakah ini penting bagiku? Apakah aku benar-benar menginginkan benda/hal ini dalam hidupku? Seringlah tanyakan hatimu agar timbul kecenderungan hatimu, pada akhirnya kamu akan lebih berkesadaran.

Pun ketika kamu mengaplikasikan minimalis pada rumahmu menjadi lebih bersih dan tidak berantakan. Yang seperti itu akan memberimu semacam "ruang meditasi".

Dengan menerapkan prinsip hidup minimalis, (mungkin) kita akan punya lebih sedikit barang. Artinya, setiap kepemilikan baru yang kita lakukan (entah itu dengan membeli, mengadopsi, atau mengambil alih) dilakukan dengan penuh kesadaran (mindful).

Penuh kesadaran, apakah kita memang membutuhkan barang ini, alih-alih membeli tanpa berpikir (impulsif). Mindful berbeda dengan overthinking. Jika overthinking muaranya adalah anxiety atau kecemasan, mindful muaranya adalah rasa bahagia.

Misal, timbul hasrat beli tas baru. Mindful akan mengarahkan kita bertanya pada diri. Tas yang sudah ada, masih layak pakai kah? Misal, ternyata tas yang kita miliki hanya 1 sejak dulu, ternyata bahannya lama kering jika dicuci sehingga kita perlu membeli tas baru untuk ganti.

Atau sebaliknya, tas yang kita miliki ada 2 dan jika yang 1 dicuci, tas lain masih bisa menggantikan.

"Fungsinya kan berbeda."

Hacks dari aku adalah belilah barang multifungsi, ini juga yang aku praktikkan. Lebih lanjut, akan aku bahas di postingan berbeda seputar "minimalis & multifungsi".

Hal-hal yang Aku Terapkan Untuk Minimalis & Mindfulness
Berikut beberapa hal yang aku terapkan untuk prinsip hidup minimalis & mindfulness.
1. Mindful Buying
Praktik soal mindful ketika membeli barang biasanya aku lakukan ketika mau checkout barang, masukkan ke keranjang belanja dulu sambil dipertimbangkan 1-2 hari. Ngga cuma kenapa aku butuh barang ini, tapi juga aku berpikir tapi juga bersiap jika barang yang datang tak sesuai ekspektasi; tetap dipakai atau diberikan pada yang butuh. Berlaku untuk belanja online. Jangan sampai teronggok begitu saja di rumah.

2. Mindful Decluttering
Mindful juga berguna ketika kita melakukan decluttering. Alih-alih membuang begitu saja, kita akan diarahkan untuk berpikir, apakah barang ini masih layak guna? Jika ya, maka saya bertanggungjawab mencari pemilik barunya. Misal dengan mendonasikan, menghibahkan atau menjualnya. Soal hibah ini akan aku share di postingan berbeda ya.

3. Mindful Eating 
Sebagai manajer perdapuran, aku punya cara sendiri menyederhanakan waktu memasak, mulai dari berbelanja, mengolah, menyajukan sampai menyantapnya. Ketika berbelanja bahkan, gunakan mindful buying. Ketika mengolahnya, aku memilih untuk fokus pada satu masakan. Misal merebus air untuk memasak sop, sambil mengulek bumbu. Untuk menyajikannya aku menggunakan wadah yang juga bisa untuk tempat makan. Jadi, ketika sayur terakhir tersisa, siapapun bisa langsung makan disana.


Dengan menerapkan prinsip hidup minimalis, memiliki sedikit dan menyederhanakan, kita membuat waktu dan tempat lebih mindful. Kita pun bisa lebih hadir di masa kini.

Dengan menerapkan mindfullness dan hadir, Kita menjadi lebih perhatian terhadap apa-apa yang membutuhkan waktu dan tempat kita. Berada di masa kini lewat mindfulness membuat kita ingin menyingkirkan beragam barang dan komitmen yang mengganggu kita jalani hari ini. Dampaknya, hal ini memotivasi kita untuk merelakan lebih banyak hal atau barang dan menerapkan minimalism lebih banyak.

So, gimana, udah bisa menarik benang merah korelasi minimalis & mindful? Atau secara (tidak) sadar sebenarnya kamu telah menerapkan mindful dalam minimalism dan minimalism dalam mindful?

Referensi:
mindfuldevmag.com
simplelionlifeheart

Comments

Popular posts from this blog

"My Minimalist Life Journey" Book Launching Webinar & Kick Off MMID Class Series