Sebagai intro, aku memulai skincare-ing sekitar awal 2019. Sebelum-sebelumnya ngga sama sekali. Bahkan make up cuma bedak bayi, NGGA KENAL LIPSTIK. Truly~ Tapi syukurlah aku ngga pernah merasakan breakout, jerawat atau masalah kulit wajah lainnya. Bahkan sering ditanya teman, pakai krim apa? Kujawab jujur, nothing. :D
Kemudian di 2019 mulai skincare-ing. Tujuan awalku bukanlah mempercantik diri tapi lebih ke me time, entah mengapa bahagia aja gitu skincare-ing, seperti melakukan "sesuatu yang berarti" buat diri. Buat menciptakan hormon endorphin setelah seharian berkutat dengan urusan rumah dan pagi sebelum kembali berkutat. Di samping membaca dan menulis sebagai me time juga tentunya.
Oh ya tempo hari aku adakan polling "seberapa ngefek positifnya skincare yang kamu pakai?" Jawabannya, sebanyak 36% mengaku ngefek kurang dari 75% dan 64% mengaku ngefek sampai 75% lebih.
Aku pribadipun merasakan efek skincare-ing sekitar 75%, tapi lebih ke brightness-nya sih. Dan sejak awal skincare-ing aku tetap pada produk yg sama. Aku ngga gemar coba-coba, somehow.
Kemarin lewat instastory aku share pengalaman beralih ke reusable face pad untuk meminimalisir produksi sampah tissue/kapas. Kalian bisa nnonton videoku tentang reusable face pad disini. Salah satu point skincare-ing with less; meminimalisir sampah.
Aku adakan open question ke para minimalist mom lainnya. Jawaban mereka aku coba telaah dan setelah kuambil poin2 utamanya, aku mau share tips selanjutnya soal skincare-ing with less.
Pertama, tentukan tujuan awalmu. Buat apa skincare-ing? Mengatasi permasalahan wajah, mempercantik wajah, sekadar merawat, atau sekadar me time?
Penting menentukan tujuan sebelum bertindak agar sewaktu-waktu kita turun semangat, ingat lagi tujuan, jadi semangat lagi!
Kedua, belilah produk secara mindful.
Maksudnya, bukan lantaran impulsif melihat review beauty blogger/enthusiast. Ingat, ngga semua orang cocok pakai produk itu. Kalo aku pribadi biasanya baca ulasan orang-orang sebelum membeli, tapi ngga terlalu banyak biar ga overwhelming juga. Kalo bingung? Tanya hati, it's very working on me!
Ketiga, pekalah terhadap "suara kulitmu".
Setelah skincare-ing dilakukan, coba observasi hasilnya, seberapa ngefek bagusnya? Lanjutkan. Atau bahkan berefek negatif? Pertimbangkan untuk berhenti atau ganti produk lain.
Aku ngga akan ngomporin kalian pakai skincare yang berstep-step itu tapi aku juga ngga akan nyaranin kalian untuk ngga pake. Temukan step yang tepat ala kalian.
Keempat, minimalisir produksi sampah dan pikirkan bagaimana membuang kemasannya skincare. Membuang disini bukan sekadar membuang ke tempat sampah ya tapi menyalurkan ke pihak ketiga yang bisa mengolahnya. Kalau kita belum bisa membeli skincare berbahan ramah lingkungan atau less waste banget, setidaknya kita pikirkan pembuangannya.
Aku biasanya membuang kemasannya bekas skincare ke waste4change secara berkala.
Oh ya so far yang aku tahu ada beberapa brand yang menyediakan tempat pembuangan kemasan skincare mereka seperti The Body Shop dan Garnier. Mungkin kalian tahu yang lainnya? Leave the comment, please.
Kelima, pakai sampai habis skincare-mu. Hal ini meminimalisir kemungkinan skincare belum habis ketika hampir expired atau bahkan belum terpakai sama sekali. Meskipun belakangan ada pihak ketiga yang menamping skincare expired tapi apa salahnya meminimalisir dari diri sendiri?
Ini juga berkaitan dengan 'habiskan dulu skincare-mu sebelum mencoba yang baru' kecuali jika memang produk itu memberikan efek buruk buat kulitmu. Bisa kamu donasikan juga. Soal
#PakaiSampaiHabis pernah aku bahas di postingan berbeda.
Beberapa saran yang kudapatkan utk menyederhanakan proses skincare-ing:
- Cleanser, tergantung sikon, kalo ngerasa wajah berminyak banget apalagi abis make up atau aktivitas keluar, double cleansing perlu.
- Mosturizer, bisa pilih yang sekalian mengandung SPF.
- Sunscreen, kalau produk moisturizer yang cocok buat kalian ternyata ngga mengandung SPF, jangan lupa pakai sunscreen ya.
- Lotion/oil tubuh, penting menurutku supaya tetap kulit lembab dan tidak kering.
Sekali lagi, ngga semua produk maupun step cocok setiap orang. Kuncinya adalah kenali suara kulitmu dan bersikaplah mindful!
Boleh banget sharing pengalamanmu skincare-ing atau mau menambahkan tipsnya di kolom komentar ya.
Happy skincare-ing with less!
Bunda Minimalis; sederhana, syukur, sadar dan bahagia!
Comments
Post a Comment