Pengalaman dan Tips Beli Pakaian Preloved Anak

  



Bisa dibilang aku termasuk yang jarang beli baju anak, meskipun lebih jarang beli baju sendiri. Salah satu alasannya, aku lebih memilih membeli langsung. Hmm, sejujurnya pengalaman membeli baju secara daring yang seringnya berakhir zonk (kesempitan, kelebaran, ngatung) membuatku lebih memilih membeli langaung,. Ya, meskipun masih ada momen beli online juga contohnya selama pandemi, aktivitas berbelanja offline terhenti, belanja daring jadi opsi terbijak, menurutku.


Alasan lainnya, karena aku merasa jumlah pakaian "segitu" ya cukup untuk anakku. Iya aku sebagai ibunya, kan bocil belum bisa mengutarakan yang kek gitu. Hehe.

Dalam hal pakaian, Cham cukup awet sepanjang usia 1-2 tahun, khususnya soal celana. Senang? Ngga juga. Pasalnya hal itu karena di usia tersebut dia mengalami GTM. Alhamdulillah usia 2 tahun sampai sekarang nafsu makannya normal bahkan cenderung doyan makan apa saja.

Pengalaman Beli Pakaian Preloved Anak
Akhirnya beberapa pekan lalu aku menyadari  beberapa pakaian Cham, khususnya atasan, mulai kesempitan. 

"Beli baju baru?"

Tunggu... Adakah opsi lain selain langsung membeli yang baru?

"Preloved?"
Ya, beli preloved.
Btw aku sempat bikin polling di Instastory
Beli barang Preloved

Hasilnya hampir berimbang, 58% mengaku yes beli pakaian preloved anak dan 42% memilih tidak. Kembali lagi ke pilihan masing-masing :)

Tentang Barang Preloved
Menurut Oxford Dictionary, preloved adalah barang yang pernah dipunyai sebelumnya dan akan berpindah tangan. Preloved juga kerap kali disebut secondhand (rumah.com).

Ada yang berpendapat, preloved adalah barang yang pernah dibeli dan sempat dipakai beberapa kali maupun belum pernah digunakan.

Setiap orang memiliki standar preloved yang berbeda-beda. Ada orang-orang yang berpendapat kalau barang preloved adalah produk yang masih layak dipakai meskipun kondisinya kurang bersih. Ada juga yang menganggap barang preloved harus termasuk produk bermerek. Intinya preloved tak terbatas pada masalah merek saja.

Oh ya aku sendiri belum pernah thrifting (belanja preloved impor) ataupun beli preloved lokal baju sendiri. Bukannya tak mau tapi memang belum menemukan yang cocok. Jadi bisa dibilang thrifting baju anak ini adalah thrifting pertamaku juga keluarga kami.

Setelah menimbang cukup lama, akhirnya aku memutuskan beli preloved pakaian anak. Tapi bagaimana memulainya ya? Sebenarnya dulu aku sempat explore Instagram untuk mencari tapi belum menemukan yang cocok.

Kemudian aku bergabung dalam grup donasi & barter. Disana banyak yang menghibahkan baju anak, tapi aku ngga mau adopsi dari hibah, biarlah untuk mereka yang kurang beruntung secara finansial namun membutuhkan. Ada pula yang barter baju anak namun belum ada yang sesuai ukuran Cham.

Sampai akhirnya qadarallah di salah satu Whatsapp Group yang kuikuti, ada broadcast untuk bergabung dalam Whatsapp grup preloved baju anak. Akhirnya akupun bergabung.

Baju yang dijual disini lebih ke baju import dalam jumlah banyak. Umumnya masih mulus namun ada juga yang memiliki minus. Hal itu disampaikan gamblang oleh admin.

Sistemnya, di waktu yang sudah dijadwalkan, admin akan mengunggah foto pakaian yang dijual. Bagi yang tertarik langsung booking di grup. Rata-rata untuk ukuran 0-9 tahun, laki-laki maupun perempuan. Harganya berkisar antara Rp5000-Rp30000. Merek-merek yang ngga asing, ada Disney, Uniqlo dan beragam merek lainnya.

Dan.. Mulailah perburuan baju preloved di grup bersama para emak-emak lainnya. Singkat cerita aku membeli dua atasan dan tiga bawahan dengan total Rp52000. Paket sudah dikirim sejak bukan Desember sebenarnya, tapi sempat tertahan tiga pekan di kantor suami karena kantor ditutup sampai akhirnya tiba di tanganku.

Limbah tekstil


Alhamdulillah begitu tiba, bajunya sesuai ekspektasiku. Meski ada 1 bawahan yang di luar ekspektasiku. Setelah dicuci dengan air hangat & detergent, barulah dipakai. Dan alhamdulillah so far aman aman aja dipakai anakku. Icham pun seperti biasanya excited punya barang baru meskipun kali ini preloved.

Repurchase preloved? I will. Tapi sepertinya akan lebih memburu baju lokal deh. :D

Preloved shopping

Oh ya dari polling Instastory yang kulakukan, ternyata banyak yang berminat bergabung dalam Whatsapp grup tersebut. Boleh japri aku ya. Eits ingat, aku bukan admin, hanya member biasa. Hehe.

"Trus ngga akan beli baju baru?"
Eits tapi aku tetap say yes kok sama baju baru karena namanya preloved ngga selalu ada dan sesuai kebutuhan dan ngga selalu terlihat kayak dipakai bagi tiap orang.

Alasan Membeli Preloved Pakaian Anak
Kalau ada yang berpikir, beli preloved atau thrifting atas nama penghematan, sejujurnya hal tersebut bukanlah alasan utamaku. Oke jadi inilah beberapa alasanku mengapa akhirnya memutuskan beli preloved baju anak.
  • Limbah tekstil sulit diuraikan. Limbah tekstil masuk dalam rangking keempat terbesar penyumbang carbon emission (emisi karbon) di landfill (brillio.net)Dengan membeli preloved aku menganggap itu salah satu kontribusi kecil keluarga kami untuk bumi
  • Memperpanjang atau memaksimalkan usia pakaian, alih-alih langsung dibuang begitu saja.
  • Pertumbuhan pesat anak balita. Disadari atau tidak anak bayi-balita mengalami perkembangan fisik yang cukup pesat, ya meskipun ngga semuanya.
Oh ya aku juga sempat buat pertanyaan di Instastory perihal alasan orangtua membeli pakaian preloved anak.
Thrifting

Hasilnya beragam jawaban. Ada yang motifnya lingkungan, motif pertumbuhan anak (?) maupun motif finansial.

Tips Membeli Pakaian Preloved Anak
Meskipun membeli preloved pakaian anak kayak dijadikan pilihan, namun sebelum membelinya, coba perhatikan beberapa hal berikut.
  1. Carilah thrift shop atau penjual yang terpercaya, bisa melalui rekomendasi teman atau orang terdekat
  2. Perhatikan sensitivitas kulit anak. Untuk anak yang memiliki sensitivitas kulit tinggi, aku pribadi tidak menyarankan memakai preloved
  3. Perhatikan cacat pada pakaian apakah masih bisa ditolerir atau tidak
  4. Cuci pakaian dengan air panas dan disinfektan serta detergent hingga bersih 
  5. Observasi ketika anak memakainya, apakah ada efek samping yang ditimbulkan.

Oh ya yang aku bahas disini lebih ke thrifting alias membeli preloved impor. Untuk selanjutnya aku akan mencoba membeli preloved barang lokal karena beberapa pertimbangan. Pun akan coba membeli preloved pakaian sendiri. :)

Membeli pakaian preloved anak bukanlah indikator kasih sayang  orangtua pada anak, melainkan upaya menjaga bumi selagi bisa  :)

Anyway aku jual pakaian preloved anakku. Untuk anak laki-laki usia 1-2 tahun. Harganya Rp15000 - Rp25000. Kondisi mulus dan utuh. Kalau Moms tertarik, boleh langsung komen di bawah atau DM @visyabiru_ ya.



Now it is your turn. Boleh lho share alasan kalian yes/no beli baju preloved untuk anak? No offense ya.

Comments

Popular posts from this blog

"My Minimalist Life Journey" Book Launching Webinar & Kick Off MMID Class Series