Yuk, Belajar Jadi Bunda Minimalis!

 


Sekitar dua bulan yang lalu, setelah menamatkan buku Minimalist Parenting, aku merasa bahagia!


Pertama, karena merasa terwakilkan dengan beberapa tips di dalamnya yang juga aku aplikasikan. Kedua, karena merasa insightful dengan banyak tips yang belum pernah kupikir sebelumnya, bahkan beberapa akhirnya aku lakukan dan aku nyaman! Ketiga, semakin menggebu untuk bertemu dengan para minimalist moms lainnya.

Minimalist Parenting

Sst buku ini bisa dibeli di Birupink Bookstore lho :D

Berkenalan dengan Minimalist Moms di USA

Aku berkenalan dengan beberapa minimalist Moms via Instagram. Tapi ya gitu, mereka jarang balas pesanku (sedih bet yak? :'D). Akhirnya aku beranjak ke Facebook dan wow ada banyak support group minimalist mom, meskipun bukan dari Indonesia. Rasanya 90% dari mereka berasal dari USA.

Satu bulan sudah aku bergabung bersama mereka. Jujur, happy dan seru sekali berteman dengan sesama minimalist mom dari berbagai berbagai negara. Setidaknya ada beberapa benefit yang aku rasakan.

Mengulangi kembali kemampuan berbahasa Inggrisku, khususnya writing  dan translating. Memperkaya kosakata juga. Ketika mereka mengetikkan kata demi kata aku membayangkan mereka berbicara dalam Bahasa Indonesia yang ala emak emak banget. Kayak gimana tuh? Hanya emak emak yang paham :D 

"Ngedengerin" (re: membaca) curhatan mereka seputar motherhood bikin aku "you never walk alone". Di belahan bumi manapun, permasalahan umum para ibu itu ya itu-itu aja.  πŸ˜‚

❤ Dan tentunya, menambah wawasanku. Misal tentang bagaimana mengatur rumah mulai dari teras sampai dapur, mengurus anak dan lain-lain.

Umumnya mereka curhat tentang how to organize kid's toys, how to get them over, how to deal with family non-minimalist sampai  skincare routine hack for minimalist mom!

Meskipun begitu, karena aku bisa dibilang minoritas, sebab sebagian besar mereka berdomisili dan berasal dari USA, banyak kultur yang berbeda. 😁

Oh ya di awal postingan aku sempat cerita, ngga menemukan support group minimalist mom di Indonesia. Akhirnya akupun berinisiatif...

"Langsung bikin!"

Yee bukanπŸ˜… Tapi menjaring aspirasi dengan teman-teman onlineku, terlebih dahulu. Aku share polling "apakah mereka berminat bergabung?" Dan hasilnya...

Minimalist Mom

Yap, 94% responden tertarik untuk bergabung!

Akupun juga menjaring pendapat lewat Facebook, meski hasilnya ngga cukup memuaskan alias sepi. Tapi ketika ku reshare di Instagram fed, lumayan ramai.

"Trus langsung bikin?" 

Hmm, ngga juga, aku mempertimbangkan banyak hal; 

  • beneran butuh atau sekadar ingin
  • minimalist mom (khusus ibu) atau minimalist parent/family?
  • pakai platform Facebook, Whatsapp atau Telegram

Setelah mempertimbangkan selama beberapa waktu akhienya aku memutuskan untuk...


Sekilas Tentang Prinsip Hidup Minimalis

Sebelum aku memberitahu keputusan akhirku, aku akan menjelaskan kembali ala sih prinsip hidup minimalis itu? Prinsip hidup minimalis, bagiku, adalah seni menjalani hidup dengan cukup, syukur, sadar dan bahagia. Cukup tak melulu soal barang, tapi juga pikiran dan komitmen professional maupun non professional. Syukur artinya mensyukuri apa yang dimiliki saat ini. Sadar artinya melakukan segala sesuatunya sesuatu di masa depan dengan mindful dan fokus, sadar pula bahwa setiap yang kita miliki akan dimintai pertanggungjawaban. Bahagia artinya membuat diri merasa bahagia sesering mungkin meski kesedihan dan teman-temannya tetap sebuah keniscayaan.

Minimalis bukanlah (sekadar) punya cukup tapi merasa cukup dengan apa yang dimiliki saat ini dan bersyukur atas apa yang dimiliki. Cukup bukan berarti ga boleh beli apa-apa lagi, tapi setiap pembelian kita dilakukan dengan kesadaran dan sesuai kebutuhan, alih2 impulsif.

Mengapa Minimalist Mom?

Sejak punya anak, preferensi ketertarikanku entah itu soal bacaan maupun pembahasan lainnya ngga jauh-jauh seputar parenting dan motherhood. Aku sadar betul bahwa sesama ibu harus saling mendukung karena itulah yang dibutuhkan para ibu. 

Minimalist Mom adalah para perempuan, baik yang secara natural sudah menjadi ibu melahirkan ataupun ibu lainnya, memiliki kebutuhan, ketertarikan serta keinginan belajar hidup minimalis dalam keseharian dan pengasuhan.


Minimalist Mom

Dan keputusan akhirku adalah membuat support group yang (sementara) kuberi nama Indonesian Minimalist Mom (IMM) ini. Mengapa IMM akhirnya hadir?

❤ Di Indonesia belum ada wadah bagi para ibu minimalis belajar dan berbagi

❤ Sebagai wadah saling belajar dan berbagi para ibu seputar minimalism yang Indonesia-banget

❤ Wadah tanya jawab dan berusaha mencari solusi atas permasalahan yang dialami ibu minimalis  

Meski begitu, di support group ini aku ngga menerapkan sistem mentor. Disini akupun juga belajar sama seperti yang lainnya  Disini kita akan saling berkenalan, belajar, tanya jawab, dan berbagi.

Meski namanya (sekadar) support group,  platform yang digunakan hanya Telegram saja. Kami juga punya akun Instagram @minimalistmoms.id. Yuk difollow :) 

Bagi kalian para perempuan yang memiliki ketertarikan dalam gaya hidup minimalis, yuk bergabung dalam support group Indonesian Minimalist Moms. Klik link bergabung-nya disini ya.

Oh ya pastikan juga kalian  memang BUTUH bergabung dengan kami, bukan sekadar impulsif πŸ™ Karena seorang bunda minimalis harus tahu mana yang dia butuhkan/tidak serta mana yang prioritas/tidak. :)

Comments

Popular posts from this blog

"My Minimalist Life Journey" Book Launching Webinar & Kick Off MMID Class Series