Tanya Jawab Seminar Muslimah Hidup Minimalis

 



Meskipun istilah minimalis pertama kali digaungkan oleh warga negara Barat, namun aku pribadi meyakini bahwa pada dasarnya hidup minimalis yang aku jalani sekarang, sudah lebih dahulu diajarkan oleh Rasulullah SAW melalui hidup sederhana yang beliau jalani, terlepas dari posisi beliau sebagai kepala negara.  Rasulullah mencontohkan dengan gamblang, bagaimana hidup sederhana dan penuh kesadaran telah membawa kebahagiaan pada diri beliau serta keluarganya.


Bicara soal minimalis dalam  Islam, Minggu 31 Januari 2021 lalu aku berkesempatan berbagi ilmu dengan tema Muslimah Hidup Minimalis bersama teman-teman muslimah dari Sekolah Bidadari Surga. Ada sekitar 56 orang yang hadir di zoom saat itu baik dari anggota komunitas tersebut maupun umum. Ini kali kedua aku diundang menjadi narasumber bertema minimalis. Jika sebelumnya peserta umum, kali ini khusus Muslimah.

Muslimah Hidup Minimalis

Ternyata ada beberapa yang sudah aku kenal, malah membuatku lebih deg-deg-an, hehe.


Buat kalian yang tidak bisa hadir di seminar virtual tempo hari, di postingan ini aku ngga akan share materi melainkan hasil tanya jawab nya ya. 😅

1. Bagaimana menyingkirkan barang setelah decluttering? Lebih baik membuang semua barang lalu mengganti yang baru atau bagaimana? Sementara saya tidak terlalu suka DIY.
Jawab:
Barang decluttering adalah barang yang sudah tidak lagi kita butuhkan. Meski begitu, barang hasil decluttering dibedakan menjadi barang kayak pakai dan barang tak layak pakai/guna. Keduanya harus dipisahkan.

Untuk barang layak guna, berikut bagaimana aku membuangnya.
Pakaian pribadi & barang-barang anak: 
  •  didonasikan ke Facebook group hibah & donasi
  •  untuk pakaian, didonasikan saat ada open donasi baju secondhand layak pakai

Untuk barang tak layak guna, sebagai berikut.
  • electronic waste: dikirimkan ke ewasteRJ
  • Barang pecah belah, bekas kemasan skincare & personal care dan printilan lain: dikirim ke waste4change.

2. Bagaimana mengkomunikasikan pada orangtua bahwa saat ini kita sedang menjalani hidup minimalis? Dalam kasus ini saya belum menikah.
Jawab:
Setiap fase memang berbeda tantangan; fase lajang maupun fase berumahtangga. Namun untuk kedua fase tersebut langkah pertama sama; mengkomunikasikan pada orang terdekat. Orangtua untuk yang masih lajang dan pasangan untuk yang sudah menikah.

Mengkomunikasikan tentu dengan cara yang baik dan waktu yang tempat, tidak memaksa. Untuk orangtua, bisa mulai dengan storytelling, menceritakan salah satu kisah orang yang menerapkan minimalism dan manfaat yang didapatkan. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti, di awal, misalnya "hidup sederhana".

 Syukur-syukur orangtua bisa langsung memahami dan mau memulai bersama. Kalaupun tidak, jangan langsung patah arah. Tunjukkan dengan aksi nyata, misalnya mulai decluttering kamar pribadi, lebih bijak berkonsumsi, memakai sesuatu sampai habis dan lain sebagainya. Dan tentunya selemah-lemah usaha adalah doa, jangan pernah  putus.

3. Bagaimana beradaptasi dengan single yang serba terfasilitasi oleh orangtua ke dalam kehidupan pernikahan yang sederhana?
Jawab:
Hidup minimalis adalah hidup sederhana, sesuai kebutuhan dan dengan kesadaran. Tidak peduli seberapa pendapatanmu. Jika saat ini posisimu masih lajang, kamu bisa mulai beradaptasi sejak dini. Alih-alih langsung menolak pemberian orangtua, cobalah mengkomunikasikan pad mereka bahwa kamu ingin hidup lebih mandiri tanpa bermaksud mengacuhkan perhatian mereka. Sampaikan bahwa kelak ketika menikah kamu akan hidup "mulai dari bol" sehingga kamu perlu beradaptasi sejak dini.

Mulai juga untuk lebih bijak berbelanja/berkonsumsi, alih-alih impulsif. Coba semampumu untuk "membiayai" hidupmu dari hasilmu sendiri terlebih jika kamu sudah usia kerja. Semoga dengan begitu orangtua akan paham dan kamu berhasil beradaptasi sebelum ke jenjang pernikahan dengan kehidupan sederhana.

Nah demikianlah tanya Jawab pada seminar muslimah tempo hari. Memang tidak banyak, karena keterbatasan waktu, tapi aku tetap open question bagi siapaun muslimah yang Ingin berdiskusi bersama soal hidup minimalis bagi muslimah.

Semoga ada manfaat yang bisa diambil.

Kalo kalian masih ada yang ditanyakan boleh drop di kolom komentar ya.


Jika Bunda ingin tahu lebih lanjut informasi, inspirasi dan motivasi tentang hidup minimalis; decluttering, organizing, less waste, mindful and conscious living, yuk follow @minimalistmoms.id


Spoiler: Tanggal 22 Maret 2021 kita akan ada live Instagram bertema decluttering & organizing lho!

Comments

Popular posts from this blog

"My Minimalist Life Journey" Book Launching Webinar & Kick Off MMID Class Series