Menjadi Bunda Minimalis yang Gemar Rapi

 



Hidup minimalis. Sebagian dari kita mungkin tak asing dengan istilah tersebut, sementara sisanya merasa asing.


Hidup minimalis diawali karena adanya clutter atau segala sesuatu yang tidak nyaman dalam hidup kita, maka itu perlu dibenahi atau dirapikan (decluttering).

Sebenarnya, hidup minimalist bukan hanya tentang beberes barang, tetapi harus ada output hidup yang nyaman berkualitas. Yakni out put maksimal dengan sumber daya yang minimal.

Seorang ibu biasanya tidak mengerti cara untuk beberes karena sejak kecil tidak mendapatkan pembelajaran tentang pengaturan barang. Padahal, barang yang banyak dan berantakan membuat emosi kita terpicu, misalkan anak kita sedang bermain, mainannya berserakan, secara tidak sadar kita kemudian kesal dan marah.

Sehingga, hidup minimalis ini sebenernya tentang cara mengatur emosi juga, terutama dalam keluarga.

Jika sejak kecil, kebendaan atau materi menjadi sebuah lambang kesuksesan, maka dari itu saatnya kita mengubah pola pikir. Banyaknya barang tidak berbanding lurus dengan banyaknya kebahagiaan. Bahkan bisa berbanding terbalik.

Gemar Rapi sendiri, memberikan edukasi mengenai nilai atau value Gemar Rapi ke seluruh anggota keluarga, karena tidak mungkin kita akan hidup minimalis atau gemar rapi tanpa kerja sama antar anggota keluarga seperti suami dan anak-anak.

Tak perlu sempurna untuk berlatih dan memiliki gaya hidup gemar rapi. Prosesnya bisa dijalani perlahan, bahkan mungkin setiap keluarga memiliki kecepatan yang berbeda-beda, tidak semua harus sama.

Kuncinya, jangan berlebih-lebihan dalam menerapkan gaya hidup minimalis atau gemar rapi. Jangan menggebu hanya ikut-ikutan tren saja, gaya hidup minimalis atau gemar rapi ini harus dilakukan sebagai life style. Setiap keluarga harus memiliki visualisasi masa depan yang seperti apa dalam menerapkan gaya hidup gemar rapi. Evaluasi gaya hidup gemar rapi harus dilakukan oleh seluruh  keluarga, termasuk oleh suami dan anak-anak.


Gaya Hidup Gemar Rapi

Gemar rapi merupakan bagian dari hidup minimalis, berikut urutan hidup gemar rapi.

1. Decluttering by owner, setiap anggota keluarga wajib berbenah barangnya masing-masing. Setiap anggota keluarga secara sadar melakukan decluttering, tanpa paksaan. Proses decluttering juga harus dihargai, terutama ketika bersama anak.

2. Menata

Setelah melakukan decluttering, saatnya menata. Tidak ada patokan style atau standar, karena standar atau style kerapihan tiap orang itu berbeda-beda.

3. Gemar Rapi sebagai Habit

Tujuan dari gemar rapi sendiri adalah menjadikan gemar rapi atau gaya hidup minimalis ini menjadi gaya hidup, bukan hanya saat ini, melainkan hingga seterusnya. Gaya hidup gemar rapi atau minimalis ini tujuannya agar kita bisa lebih mampu memaknai sebuah barang dan tidak terikat pada kebendaan.


Bebenah Ala Gemar Rapi

Bebenah ala Gemar rapi ini bisa dilakukan secara harian, mingguan, bahkan bulanan, yakni dengan melakukan deep cleaning, membersihkan rumah dengan tujuan agar rumah menjadi bersih dan sehat.

Beberes rumah juga bisa dilakukan secara fleksibel, bisa dari dapur dulu, kamar dulu, pakaian dulu, dll. Tergantung kepada kesepakatan keluarga.

Prinsip-prinsi gemar rapi diantaranya: 

  • Gemar rapi ini adalah mindset yang holistic, bukan hanya tentang beberes barang-barang saja.
  • Menjadikan rumah ramah anak, aman bagi anak.
  • Menjadikan rumah yang nyaman, baik dari sisi pikiran, perasaan, dan spiritual.
  • Sustainable Living, yakni menerapkan pola hidup ramah lingkungan.
  • Jika memiliki barang yang berlebihan, harus didiskusikan dulu dengan pemiliknya, apakah harus tetap dirawat, dijual, atau didonasikan.


Konsep Minimalis dalam Pengasuhan Anak

a. Jika ada inner child (suka menimbun/membeli barang misalnya) maka akar dari masalah tersebut harus diselesaikan dulu.

b. Menahan diri untuk membeli barang untuk anak (buku, mainan, dll). Coba tanyakan pada diri, "Yang suka dengan barang ini, anaknya? atau ibunya?"

c. Membuat jurnal harian anak. Kita bisa mengamati, apa yang sebenernya yang anak butuhkan. Bisa jadi anak-anak butuh bermain dengan ibunya, bukan barang/mainan yang mahal.

d. Lakukan decluttering bersama anak. Minta izin anak jika ingin melakukan decluttering. Tidak boleh berbohong atau sembunyi-sembunyi.

e. Semua perlu waktu. Melakukan pengasuhan minimalis ini memang perlu waktu untuk berproses.


Sumber: Live Instagram @minimalistmoms.id X @gemarrapi

Kontributor: Tetty Hermawati @tettytanoyo

Editor: Visya @visyabiru_ 

Comments

Popular posts from this blog

"My Minimalist Life Journey" Book Launching Webinar & Kick Off MMID Class Series