5 Tips Minimalis di Hari Raya
Tetap menjadi minimalis saat Hari Raya, why not? "Meminimalkan" hari raya justru bisa mendatangkan kegembiraan. Alih-alih memberikan kerepotan, kelelahan dan stres.
Yuk simak bagaimana tetap minimalis di Hari Raya!
1. Memaafkan Orang Lain, juga Diri Sendiri
Terkadang kita sibuk minta maaf sana sini. Tapi kita lupa untuk memaafkan diri kita sendiri. Kalo kita ngga memaafkan diri kita sendiri, gimana dengan orang lain?
2. Hadir utuh pada kebersamaan, bukan "konten"
Terkadang kita berpikir Lebaran adalah soal konten. Foto-foto cakep buat sekadar pansos. Ada yang benar-benar dapat, ada yang dibuat-buat. Atau justru saat kebersamaan itu hadir, kita sibuk scrolling social media atau bahkan e-commerce?
3. Masak dan makan secukupnya & sadar penuh
Hari Raya khususnya lebaran, bukan ajang balas dendam konsumsi. Kita tetap butuh makan, tapi bukan hidup untuk makan. Masak dan makanlah secukupnya. Dan nikmatilah dengan sadar penuh.
4. Fokus pada kegembiraan, bukan membanding-bandingkan
Biasanya ajang kumpul-kumpul kita sibuk bicara tapi jangan sampai sekadar basa-basi. Apalagi basa basi yang menyakiti atau membandingkan "lihat tuh si A, udah punya... Kamu kapan?" "kok gemukan ya?" "kapan nikah/lulus/punya anak?"
Gimana kalo diganti dengan doa dan dukungannya? "Semoga urusannya dilancarkan ya" "Semoga sehat lahir batin selalu ya".
5. Bijak mengatur perjalanan
Momen Hari Raya biasanya identik dengan mengunjungi sanak saudara. Kita tidak harus mengunjungi banyak orang atas nama gengsi, tapi atas nama prioritas. Waktu, tenaga dan dana kita terbatas, bijaklah mengaturnya. Eits jangan lupa sampaikan maaf jika ada yang sudah mengharapkan kedatangan tapi terpaksa tidak bisa kita penuhi.
Tetap minimalis di hari raya intinya adalah be mindful, be present, live the moment. Sangat bisa dilakukan. Yang terpenting mulailah dari diri sendiri, syukur-syukur bisa menginspirasi orang lain.
Btw Moms bakal merayakan hari Raya Idul Fitri lusa di kota mana nih? 😃

Comments
Post a Comment