Konsep Compact House Untuk Keluarga Minimalis: Luas Minimal, Fungsi Maksimal
Ngomongin rumah emang ngga ada habisnya ya Moms. Mulai dari konsep rumah sampai interior dalamnya, banyak yang bisa dieksplor. Apalagi rumah merupakan kebutuhan "utama" buat kita yang sudah berkeluarga. Ngga masalah statusnya sewa, ngontrak atau rumah sendiri (pastinya legal ya).
Bagi keluarga minimalis seperti kita tentunya harus cermat dalam membangun atau menciptakan sebuah hunian yang ideal. Membangun hunian bagi keluarga minimalis memang harus dengan sadar dan bijak. Sesuai kebutuhan dan kemampuan adalah dua kuncinya.
Rumah minimalis bukan semata-mata dari ukurannya saja tapi juga tampilan dalamnya, hanya apa-apa yang esensial, fungsional dan dibutuhkan.
Tapi memang sih biasanya rumah minimalis itu dari segi ukuran tidak terlalu besar. Beragam alasannya, mulai dari budget, jumlah penghuni sampai alasan lahan yang semakin sempit dan harga tanah yang semakin mahal.
Meski begitu, bukan berarti lahan kecil tak bisa dimaksimalkan, agar bisa memenuhi aktivitas dan kebutuhan sehari-hari penghuninya. Ada dua konsep rumah yang rasa-rasanya layak menjadi pilihan keluarga minimalis yang ingin membangun hunian, terutama dengan lahan terbatas.
Mengenal Compact House
Compact house adalah konsep rumah terpadu yang dibangun di atas lahan terbatas, memiliki tujuan untuk meminimalisasi penggunaan ruang sesuai kebutuhan penghuni. Sebagian juga mengenal rumah compact dengan konsep rumah tumbuh, rumah yang dibangun perlahan sesuai kemampuan pemiliknya.
Dalam penerapannya, compact house tidak banyak printilan sehingga rumah terasa luas dan bersih. Ruang yang ada pada rumah compact hanyalah ruangan yang esensial saja. Secara tidak langsung, rumah compact mengarahkan penghuninya untuk menjalani gaya hidup minimalis atau justru sebaliknya, karena sudah menerapkan gaya hidup minimalis, penghuninya membuat compact house.
Ruang yang bersih inilah yang akan mengarahkan penghuninya untuk hanya menyimpan hal-hal yang diperlukan, dan menghilangkan ketidakpuasan karena menyimpan hal-hal yang tidak perlu. Ini juga membuat tampilannya bersih dan lebih mudah dalam perawatan.
Luas bangunan compact house biasanya berkisar antara 40 hingga 70 meter persegi. Konsep hunian ini cocok untuk pasangan yang baru menikah atau keluarga kecil.
Unsur Penting dalam Compact House
1. Mengoptimalkan Keterbatasan Lahan
Konsep hunian ini umumnya dirancang vertikal dan memprioritaskan ruang-ruang yang dianggap penting bagi penghuni. Biasanya compact house dipenuhi dengan banyak ruangan yang dapat dibuat terbuka atau dengan sekat buatan berupa perabot.
Compact house juga biasanya menerapkan lantai mezzanine, bangunan sebagian terbuka atau tidak mencakup seluruh luasan gedung sehingga terdapat ruang yang terbagi antara lantai di bawah dan langit. Kehadiran mezzanine, merupakan salah satu optimalisasi penggunaan lahan di dalam rumah mungil ini.
2. Desain Simple
Setiap ruangan pada compact house ini dirancang tanpa membatasi fungsi ataupun mengabaikan aspek estetikanya. Desain simple yang diterapkan membuat setiap ruangan terlihat clear dan membuat interaksi lebih banyak.
3. Menghindari Penggunaan Gudang
Keneradaan gudang pada compact house dianggap mempersempit ruangan di dalamnya. Selain itu biasanya penghuni compact house jarang memiliki barang yang harus ditempatkan khusus di gudang karena sebagian besar perabotnya fungsional dan kembali lagi pada gaya hidup penghuninya yang minimalis dan memanfaatkan barang dengan maksimal.
4. Perabot Multifungsi dan Space Saving
Rumah modern minimalis ini selalu mengedepankan fungsi produk dengan memaksimalkan perabotan rumah tangga. Terbatasnya ruangan yang tersedia, membuat penghuninya lebih memilih perabot multifungsi atau space saving, memilih produk yang bisa dilipat. Contohnya sofa bed yang dapat dijadikan sofa sekaligus ranjang untuk tidur, tempat diri lipat dan lain sebagainya.
5. Terbuka dan Minim Sekat
Ruangan pada compact house biasanya sengaja didesain tanpa sekat permanen seperti tembok. Sekar yang digunakan biasanya hanya berupa perabot seperti sofa, meja dan lain sebagainya. Bahkan pada sebagian rumah dibuat tanpa sekat sama sekali
6. Umumnya Didominasi Warna Earth Tone
Sentuhan minimalis pada compact house berhubungan pula dengan pemilihan warna yang biasanya menggunakan warna earth tone khususnya putih dan cream. Memberikan kesan kontras yang dapat menyoroti setiap ruangan menjadi alasan utamanya. Warna earth tone juga dapat memancarkan suasana minimalis dan nuansa tenang. Meski begitu, hal itu bukanlah keharusan, tergantung preferensi penghuninya.
Contoh Compact House yang Minmom suka adalah rumah Astri Puji Lestari, seorang minimalist moms yang juga content creator.
Bagaimana Moms? Tertarik untuk membangun hunian dengan konsep compact house? Pastikan selalu bahwa Moms sekeluarha butuh dan sesuai kemampuan ya!






Comments
Post a Comment