Memilih Produk yang Ramah Cuan dan Ramah Lingkungan
![]() |
| pict by Rumah Intaran |
Sebagai seorang istri juga ibu, rasanya sebagian besar dari kita juga punya "wewenang" dalam memilih produk rumah tangga. Mulai dari yang dipakai di ruang tamu hingga dapur dan kamar mandi! Yes or yes banget? 😬
Sebagian dari kita mungkin memilih yang ramah cuan alias lagi diskon atau termurah🙈 sebagian lagi memilih yang ramah lingkungan.
Tapi bisa ngga sih keduanya digabung? Produk yang ramah cuan dan ramah lingkungan. Ga hanya menjaga bumi, tapi juga menjaga kantong #eh 🙈
Tempo hari, tepatnya Sabtu, 7 Agustus 2021, Minimalist Moms Indonesia berkesempatan ngobrol bareng Cleanomic yang diwakili oleh Mbak Denia dengan topik " Memilih Produk yang Ramah Cuan dan Ramah Lingkungan".
Denia Isetianti atau yang akrab disapa Denia adalah pendiri Cleanomic, platform cerita seputar #HidupLestari sambil mengejar #CuanLestari di #MinisposibleHouse. Denia secara rutin mendokumentasikan perjalanan hidupnya untuk belajar yang ramah lingkungan dan juga mempelajari bisnis yang ramah lingkungan sehingga cuan juga bisa dengan cara memaksimalkan. Hemat pangkal kaya, begitulah salah satu motto beliau selain #CuanLestari dan #HidupLestari.
Makna Ramah Cuan atau Hemat
Bagi Denia, hemat itu:
1. memilih dengan baik
2. membeli barang yang kita butuhkan
3. pakai dulu apa yang ada di rumah
Dengan menerapkan ketiganya, akan ada banyak yang bisa dihemat. Sehingga dengan begitu diharapkan kita bisa membeli produk-produk yang ramah lingkungan. Bicara soal ramah lingkungan, mungkin memang nggak selalu murah. Tapi setidaknya kita tahu kualitasnya, dan kita bisa beli sesuai dengan yang kita butuhkan.
Belanjaan yang banyak sampahnya, banyak bubble wrap, dan bungkus plastik yang banyak terasa tidak ramah lingkungan. Berangkat dari fakta bahwa sampah ternyata jadi sumber masalah, ditambah lagi keresahan dan ketakutan terhadap masa depan bumi, muncullah Cleanomic.
Memang, isu lingkungan pada dasarnya sangat luas, tidak hanya tentang sampah saja, ada tentang green carbon, green technology, green investment, rumah low carbon house dan lain sebagainya.
Langkah Awal Mulai Memilih Produk yang Ramah Lingkungan
Pertama, semua harus diawali dengan strong why dan edukasi diri sendiri. Memilah konten itu sama pentingnya dengan memilah sampah. Dari instagram dan konten yang kita konsumsi setiap hari, kita bisa memilih konten yang mendukung untuk hidup lebih ramah lingkungan. Awali dengan edukasi diri sendiri dulu, terlebih jika kita masih minim informasi seputar hidup ramah lingkungan. Bisa dengan membaca informasi dari akun yang relevan, menonton film, dan lain sebagainya.
Kedua, memprioritaskan budget untuk beli produk yang ramah lingkungan.
Ketiga, memanfaatkan yang ada, seperti mengurangi jumlah detergen saat mencuci, menampung air hujan, menghemat air, menggunakan air untuk menyiram tanaman, dan lainnya. Ini pada dasarnya tidak perlu mengeluarkan budget banyak tapi punya andil terhadap lingkungan
Sebagai tambahan, jika ingin membeli produk yang ramah lingkungan bisa dilihat dari cara si penjual memperjualbelikan produknya, bahan-bahannya apa, sumber bahan bakunya apa, punya inisiatif kepedulian terhadap lngkungan atau tidak dan lain sebagainya. Beberapa produk, bisa dilihat websitenya, mereka menyampaikan bahwa produknya adalah produk lokal yang bekerjasama dengan petani lokal, pakai kemasan daur ulang, ingredient-nya natural, ada sertifikasinya.
Mengajak Anggota Untuk Menerapkan Hidup Ramah Lingkungan
Pertama, mulai dengan fokus pada apa yang bisa kita lakukan sehari-hari. Kedua, terus memberikan contoh. Ketiga, mengedukasi diri bersama.
Memulai hidup ramah lingkungan tidak harus tiba-tiba secara ekstrim langsung minim sampah, rumah estetik dan sebagainya. Tapi informasikan atau sosialisasikan bahwa hidup ramah lingkungan itu penting karena dampak terhadap lingkungannya besar.
Menjalankan hidup yang lebih ramah lingkungan bukan tentang membeli produk melainkan bagaimana memilih dengan selektif produk yang kita beli. Masyarakat Badui contohnya, mereka hidup dengan lestari, sabun dengan honje, tas dari anyaman, belanja di pasar secukupnya danmenanam tanaman sendiri padahal pendapatannya mereka tidak terlalu besar.
![]() |
| pict by jchizhe |
Perubahan pola konsumsi saat belanja produk ramah lingkungan bisa kita lakukan dengan beberapa hal berikut:
Tidak membeli barang baru saat yang lama belum habis
Berusaha membeli barang dari komunitas lokal
Memilih startup yang mendukung lingkungan.
Produk ramah lingkungan juga dapat menghasilkan cuan. Berbisnis juga bisa bersama-sama dilakukan dengan menjaga linkungan. Teman-teman yang mempunyai bisnis yang ramah lingkungan , bisa jalan dengan konsumen yang peduli lingkungan.
Zero waste itu tidak sama dengan zero challenge. Artinya hambatan akan selalu ada, dari diri sendiri atau dari luar. Yang terpenting selalu usahakan untuk lebih baik lagi, berprses dan berporgres. Kebiasaan ini bukan seperti membangun rumah yang ada saatnya ‘berhenti’, tapi terus menerus. Jadi tidak apa-apa ada kalanya up and downs. Gagal sekali, coba lagi,
Menerapkan hidup ramah lingkungan bersama orang-orangdi rumah bisa dikerjakan secara bersama-sama. Manfaatnya lebih menghemat uang karena lebih mindful ketika membeli dan berkonsumsi tidak ada makanan terbuang, mengurangi jajan, mengurangi sampah dari bungkus jajanan dan tentunya lebih sehat.
Kontributor: @neena_rahma
Editor: @visyabiru_




Comments
Post a Comment