 |
| sumber: Getty Images/Thinkstock |
Fase kehamilan adalah salah satu fase tak terlupakan ynag dialami oleh perempuan. Ada beragam perubahan terjadi di fase tersebut, tidak hanya perubahan fisik namun juga mental dan emosional.
Karenanya, fase kehamilan sebaiknya dijalani dengan sadar dan sederhana. Kehamilan minimalis bisa menjadi opsi yang Moms lakukan.
Apa itu Kehamilan Minimalis?
Kehamilan minimalis (Minimalist pregnancy) adalah tentang menyederhanakan hidup untuk memberi ruang bagi hal-hal yang benar-benar penting. Minimalisme dalam kehamilan adalah tentang kembali ke dasar dan meninggalkan hype dan beban yang menyertainya. Ini adalah tentang bagaimana menjalani kehidupan yang sederhana, hanya melakukan yang diperlukan dan hanya memiliki yang esensial.
Menurut Krystal dari The Empowered Mama, tidak ada cara yang tepat untuk menerapkan minimalisme karena minimalisme adalah tentang bagaimana selalu sadar dan bijak dalam pilihan pribadi kita. Kitalah yang paling tahu yang terbaik untuk diri kita dan bayi kita. Pendekatan minimalis akan membantu Moms mencapai hal itu, tidak dengan dibuat-buat.
Berikut ini adalah cara memiliki kehamilan minimalis dan mengapa Moms harus melakukannya.
Mengapa (Harus) Menerapkan Minimalisme dalam Kehamilan (Minimalist Pregnancy) ?
Mengutamakan Kesehatan dan Kebugaran
Dalam gaya hidup minimalis, Moms meletakkan beban dan stres yang tidak perlu yang sebelumnya mengganggu Moms. Sekarang Moms bisa lebih fokus pada perawatan diri dan tahu apa yang Moms butuhkan, yang juga membuat lebih mudah untuk mengembangkan diri semasa menjalani kehamilan.
Membebaskan Ruang & Waktu
Dengan lebih sedikit clutter (keberantakan) di rumah dan pikiran, Moms bisa menyediakan lebih banyak ruang untuk hubungan dan aktivitas yang berarti terutama untuk kehamilan Moms.
Menikmati Hidup Lebih Baik
Setelah melakukan decluttering rumah dan pikiran, jiwa dan pikiran Moms menjadi lebih ringan. Pikiran Moms tidak lagi menggantung di antara masa lalu dan masa kini. Justru, Moms bisa lebih menikmati momen yang berharga.
Meraih Lebih Banyak dengan Pikiran yang Damai
Gangguan bisa menghalangi kemajuan. Ketika kita melakukan banyak hal, sulit untuk menyelesaikan satu hal. Namun dengan gaya hidup minimalis, Moms hanya melakukan beberapa hal yang penting. Dan dengan lebih sedikit gangguan, Moms bisa meraih goal lebih mudah.
Katakan Selamat Tinggal Untuk Belanja Impulsif
Rasa-rasanya tidak ada yang menguras rekening bank kita lebih "mudah" daripada belanja impulsif. Dengan menerapkan hidup minimalis, kita selalu meluangkan waktu untuk mempertimbangkan apa yang paling penting. Kita menjadi lebih sadar dalam melakukan setiap aktivitas dan tidak lagi tertekan dengan apa kata orang. Minimalisme sama juga dengan kesederhanaan dan kebebasan.
Seperti setiap kebiasaan lainnya, minimalis akan membutuhkan waktu untuk tumbuh pada diri Moms. Artinya Moms harus konsisten dan lembut dengan diri sendiri karena hasilnya akan sepadan dengan setiap usaha.
 |
| sumber: Times of India |
Bagaimana Menerapkan Kehamilan Minimalis (Minimalist Pregnancy)
Be Relax and Slow Down
Keinginan untuk kesempurnaan akan membuat Anda terjaga di malam hari saat Anda khawatir tentang masa lalu dan masa depan. Rachel di Becoming Minimalist mencatat bahwa orang tua yang kurang tidur menjadi mangsa hype pemasar. Daripada terobsesi berbelanja, sekaranglah waktunya untuk bersantai, bersantai, tidur, dan menghabiskan waktu bersama orang yang Anda cintai. Sekaranglah waktunya untuk berada di masa sekarang. Kesehatan mental, fisik, dan emosional Anda akan lebih berguna bagi bayi Anda daripada mainan yang menenangkan bayi atau kamar bayi yang sempurna.
Bangun Relasi Bukan Koleksi (Barang)
Surround yourself with a community of parents and mom friends. They will be of more help to you than any items in yours or your baby’s closet.
Kelilingi diri Anda dengan komunitas orang tua dan teman ibu. Mereka akan lebih membantu Anda daripada barang apa pun di lemari Anda atau bayi Anda.
Meminjam/Menyewa Sebelum Membeli Baru
Sebelum memutuskan membeli barang baru ada baiknya Moms mempertimbangkan hierarki kebutuhan, mulai dari bisakah pakai yang ada, bisakah meminjam atau menyewa terutama untuk kebutuhan bayi yang tidak lama terpakai. Ya, tak ada yang salah dengan pinjam atau sewa. Mungkin ada teman atau kerabat Moms yang baru saja memiliki bayi, mereka mungkin dapat meminjamkan Moms. Atau Moms bisa menyewa dari baby rental. Kelebihan dari meminjam atau menyewa adalah, setelah Moms selesai menggunakannya, Moms dapat mengembalikannya dan tidak dibebani dengan kepemilikan barang-barang.
Belanja Saat Dalam Perjalanan, Bukan Sebelumnya
Daftar barang-barang bayi rasanya tak ada habisnya. Tetapi nyatanya, daftar barang-barang yang paling penting itu lebih sedikit. Ibu yang baru pertama kali hamil, hampir selalu melakukan kesalahan dengan membeli banyak baju hamil, baju bayi yang akhirnya tergeletak di rumah setelah bayi lahir. Alangkah lebih baik berbelanja sambil jalan. Misalnya Moms bisa mengenakan pakaian Moms sampai tidak bisa muat di dalamnya. Atau, Moms bisa menyewa baju hamil. Untuk produk bayi, hanya membeli kebutuhan pokok dan menunggu sampai bayi datang untuk menentukan apa yang mereka butuhkan.
Sebelum membeli, tanyakan pada diri Moms, "Apakah saya benar-benar membutuhkan dan tidak memungkinkan meminjam ataupun menyewanya?"
Jangan Overresearch di Media Sosial
Saran dari banyak ibu minimalis, sebaiknya tidak melakukan riset belanja di Instagram dan Pinterest jika kita menginginkan kehamilan minimalis. Timeline Instagram bisa jadi musuh ketika Moms justru ingin fokus pada apa yang penting. Pada akhirnya justru muncul keinginan yang tidak perlu untuk hal-hal yang tidak perlu. Sebaliknya, buatlah pilihan berdasarkan apa yang paling penting bagi Moms dan bayi. Dapatkan rekomendasi dari orang tua dan teman Anda. Tapi ingat, ini hanya rekomendasi, tetap kembalikan pada kebutuhan Moms dan bayi.
Referensi:
https://www.femalefirst.co.uk/parenting/how-to-have-a-minimalist-pregnancy-1279566.html
Kontributor: Evi Syahida
Comments
Post a Comment