Capsule Wardrobe: Fashion Minimalis yang tetap Stylish
Ketika pertama kali masuk kerja, kantor saya memberikan seragam harian untuk digunakan selama empat hari. Senin dan Selasa menggunakan seragam bernuansa cokelat tua, Rabu dan Kamis seragam bernuansa hijau, serta Jumat mengenakan batik bebas. Sebagai orang yang tidak terlalu memiliki perhatian lebih pada penampilan, kebijakan ini menguntungkan saya. Pagi hari, saya jadi nggak perlu pusing akan memakai baju apa untuk pergi ke kantor.
Selang dua tahun, kebijakannya berubah. Seragam hanya dikenakan pada dua hari dari total lima hari kerja. Sisanya, mengenakan batik bebas, baju formal, dan baju kasual. Perubahan ini berdampak pada terpakainya waktu saya di pagi hari untuk memilih pakaian apa yang akan dikenakan di luar hari berseragam. Mau pakai baju A, tapi minggu lalu sudah dipakai. Mau pakai baju yang B, tetapi lagi nggak mood pakai warna bajunya. Hadeeh!
Saya sempat 'keluar jalur' minimalis dengan cukup sering membeli pakaian. Alasannya, supaya nggak bosan ngantor dengan baju yang 'itu-itu' aja. Sampai lama-lama, lemari semakin berisi dan tidak rapi.
Hingga suatu hari di Instagram, saya menemukan "Capsule Wardrobe Challenge". Wah, challenge apa lagi, nih? Setelah membaca beberapa referensi, akhirnya saya berusaha men-challenge diri sendiri untuk menerapkan Capsule Wardrobe ini. Bukan hanya di periode tertentu, tetapi juga kalau bisa seterusnya.
Mau mencoba menerapkannya juga? Kenalan dulu, yuk!
Apa Itu Capsule Wardrobe?
Dari beberapa referensi yang ada, Capsule Wardrobe berasal dari istilah yang dicetuskan oleh Susie Faux, seorang pemilik butik bernama Wardrobe yang berlokasi di London. Pada koleksi yang lahir sekitar tahun 1970-an ini, Faux mengutamakan koleksi pakaian yang dapat dipakai sepanjang tahun seperti celana, rok, atau jas. Setelah musim berakhir, pakaian tersebut secara berkala akan dilelang.
Konsep ini kemudian dipopulerkan lagi oleh perancang busana asal Amerika, Donna Karan, di tahun 1985. Designer yang terkenal dengan label pakaian DKNY tersebut merilis capsule collection berupa tujuh pakaian kerja formal yang bisa dipadupadankan satu sama lain. Koleksi ini diberi nama "7 Easy Pieces".
Mengapa Capsule Wardrobe?
Sesuai konsepnya, Capsule Wardrobe bertujuan untuk menciptakan berbagai penampilan dengan keterbatasan pakaian dan aksesorisnya. Inilah tantangan untuk kita, khususnya bagi para pecinta fashion, agar lebih kreatif dalam memadupadankan baju-baju yang ada agar mendapatkan tampilan yang berbeda setiap harinya.
Di sisi lain, penerapan Capsule Wardrobe ini membantu kita menghemat banyak hal. Hemat budget karena nggak perlu sering membeli baju baru ataupun lemari penyimpanan tambahan. Hemat waktu, tinggal sat-set memilih baju yang akan dikenakan hari itu. Juga, hemat waktu untuk merapikan isi lemari.
Bagaimana Cara Memulainya?
Sebagai pemula, mungkin kita akan merasakan kesulitan dan berat untuk menerapkan Capsule Wardrobe ini. Namun, selalu ada kali pertama untuk setiap hal bukan?
Untuk memulai penerapan Capsule Wardrobe, kita bisa melakukan tahapan berikut:
1. Sortir
Berjalanlah ke lemari pakaian Anda dan perhatikan isinya. Di antara semua pakaian itu, pasti ada beberapa baju yang lebih sering dipakai dibandingkan baju lainnya.
Salah satu fashion blogger yang mengelola situs Unfancy dan mempopulerkan Capsule Wardobe, Caroline, menyarankan untuk memilih 37 baju yang benar-benar akan kita gunakan. Jumlah ini sudah termasuk dengan atasan, bawahan, gaun (dress), outwear, dan sepatu. Namun jumlahnya tidak termasuk seragam kerja, underwear, baju renang, baju tidur, serta perhiasan dan aksesoris lainnya.
Karena kebutuhan setiap orang berbeda, maka jumlah 37 ini juga tidak saklek harus sama. Bisa kurang, atau malah lebih.
Saat melakukan sortir pakaian, perhatikan aktivitas harian Anda. Apakah Anda bekerja di luar atau di rumah saja? Apakah Anda lebih banyak menghabiskan waktu di lapangan atau di dalam ruangan? Apakah lingkungan tempat Anda tinggal dan beraktivitas cenderung panas atau sejuk? Berbagai pertimbangan ini akan membantu Anda menentukan pakaian apa saja yang berada di dalam Capsule Wardrobe nantinya.
Sebagai tips, perbanyak warna netral yang akan lebih mudah dipadupadankan dan pastikan pakaian yang telah disortir ini tetap sesuai dengan fashion style kita.
2. Buat Perencanaan
Buat perencanaan sekreatif mungkin untuk memaksimalkan pakaian yang ada. Sebagai referensi, Moms bisa melihat berbagai board yang ada di Pinterest dan bahkan bisa disesuaikan dengan tema tertentu. Misalnya Capsule Wardrobe untuk yang berhijab, untuk musim panas, dan tema lainnya.
3. Kenakan
Kenakan pakaian yang sudah terpilih tadi selama periode tertentu, misalnya selama enam bulan. Atau, kalau Moms tinggal di negara empat musim, Moms bisa mengenakannya setiap musim dengan mix and match yang berbeda di setiap musimnya, tetapi tetap menggunakan pakaian dari jenis dan jumlah yang telah ditentukan sebelumnya.
4. Tularkan
Setelah sukses menerapkan Capsule Wardrobe untuk diri sendiri, jangan ragu untuk menularkannya kepada yang lain. Mulailah dengan lemari pakaian anak dan suami lalu tularkan ke anggota keluarga atau orang terdekat lainnya.
Bagaimana Moms? Sudah siap menyusun Capsule Wardrobe-nya? Jangan lupa share pengalamannya menerapkan Capsule Wardrobe ini di kolom komentar, ya! Cheers!
Kontributor: Reta Yudistyana

Comments
Post a Comment