Stop Belanja Berlebihan! Ini Panduan Baby Essentials ala Minimalist Mom
Selain deg-degan menyambut kelahiran sang buah hati, salah satu hal yang membuat jantung berdegup kencang adalah saat memikirkan apa saja yang harus disiapkan untuk menyambut kelahiran anak tercinta. Nggak kebayang sih, kita akan menghadirkan manusia baru ke dunia, pertama kalinya, dan apa saja baby essentials yang harus disiapkan untuknya?
Berbekal kebingungan ini, saya mencoba mencari referensi dari berbagai sumber. Dari teman sendiri yang kebetulan sudah duluan melahirkan, Instagram yang menawarkan beraneka ragam printilan, hingga sumber yang paling bisa dipercaya bagi saya: Ibu sendiri.
Menyiapkan perlengkapan bayi, apalagi bagi seorang ibu yang baru pertama kali akan melahirkan, memang agak tricky. Mau beli sedikit takut kurang, mau beli banyak malah bisa jadi mubazir. Mau beli barang anu, tetapi kayaknya nggak terlalu butuh, nggak beli barang itu, tetapi kayaknya suatu saat bakal perlu.
Tenang, Moms! Kali ini saya akan share pengalaman pribadi saat menyiapkan barang-barang kebutuhan bagi sang buah hati untuk pertama kali. Kondisi kita mungkin akan berbeda dalam beberapa hal, tetapi semoga tips dan daftar berikut bisa menjadi referensi. So, keep on scrolling!
Persiapan Awal
Sebelum menyiapkan baby essentials lebih jauh, ada baiknya kita membuat perencanaan jangka pendek maupun jangka panjang. Beberapa daftar pertanyaan ini bisa membantu Moms dalam membuat perencanaan itu:
- Di mana kita dan sang bayi kelak akan tinggal? Di rumah sendiri? Rumah orang tua/mertua? Merantau? Bagaimana kondisi lingkungannya?
- Bagaimana dengan support system-nya? Apakah ada anggota keluarga lain yang bisa ikut menjaga/mengasuh sang bayi? Apakah kita akan meng-hire seorang baby sitter? Atau hanya berdua dengan suami dalam mengasuh dan membesarkannya?
- Setelah sang bayi lahir, apakah Moms akan full menjadi ibu rumah tangga? Bekerja dari rumah? Atau bekerja di luar rumah?
- Berapa jumlah anak yang ingin dimiliki? Apakah Moms akan memprogramkan kehamilan untuk mendapatkan jenis kelamin tertentu atau berproses secara alami?
- Seperti apa metode perawatan dan pengasuhan yang akan Moms terapkan kelak?
- Adakah anggota keluarga, saudara atau mungkin teman kita yang mau 'mewariskan' barang-barang anaknya kepada kita kelak?
Jangan salah, hampir 70% pakaian dan barang lain yamg digunakan anak saya adalah pemberian dari kakak sepupu yang memang sengaja menyimpannya untuk diberikan kepada anggota keluarga atau temannya yang mau menerima. Saya sih, senang-senang saja karena selain kondisinya memang masih layak, 'warisan' ini juga membuat saya menghemat budget lahiran! Hihi.
Meski sekilas terlihat agak ribet, beberapa pertanyaan di atas bisa menjadi bahan pertimbangan Moms dalam menyiapkan baby essentials. Perlu diingat juga, beberapa perlengkapan penting bagi bayi ini tidak harus diperoleh dengan cara membeli baru. Bisa berupa lungsuran alias warisan (selama masih layak pakai), menyewa ataupun dari kado.
Dari sisi waktu, menyiapkan baby essentials bisa dimulai sejak usia kehamilan sekitar trimester ketiga. Di usia ini, umumnya usia kandungan sudah semakin kuat. Sang calon Ibu juga belum terlalu kelelahan sehingga masih bisa fokus dalam melakukan persiapan. Plus, sudah mengetahui jenis kelamin bayinya.
Membuat Daftar
- Kaos dalam ukuran newborn: 1 lusin
- Celana dalam ukuran newborn: 1 lusin
- Jumper/romper: 6 buah (tips: pilihlah jumper/romper yang memiliki model kancing /resleting depan sehingga memudahkan kita saat akan memakaikannya ke bayi)
- Popok kain: 1 lusin
- Sarung tangan & sarung kaki: 3 pasang (tips: pilihlah yang memiliki karet di bagian pergelangan tangan/kaki supaya tidak mudah lepas)
- Baju lengan panjang: 6 buah
- Baju lengan pendek: 6 buah
- Celana panjang/pendek/rok: 6 buah
- Baju hangat jaket/sweater: 1 buah
- Topi bayi: 1 buah
- Kaos kaki bayi: 2 pasang
- Kain bedong/swaddle: 12 buah (tips: pilih kain yang tidak terlalu tebal ataupun tipis. Kain ini bisa multifungsi sebagai alas tidur, alas ompol, membedong bayi, sekaligus menjadi selimut)
- Perlak: 2 buah
- Bantal & guling bayi: 1 set
- Bantal anti peyang: 1 buah
- Baby bather/bak mandi bayi: 1 buah
- Handuk bayi: 2 buah
- Washlap: 2 buah
- Sabun, sampo bayi, dan minyak telon: 1 buah (tips: pilihlah produk yang mudah didapat di minimarket/supermarket terdekat di sekitar tempat tinggal Moms. Jadi, kalau bayi cocok menggunakannya, bisa dicari dengan mudah)
- Sisir bayi: 1 buah
- Kasa steril: 1 kotak
- Cotton bud bayi: 1 pak
- Tisu basah bayi: 1 pak
- Termometer
- Gendongan bayi: 2 buah (tips: sesuaikan model gendongan dengan orang yang akan lebih sering menggendong sang bayi agar lebih nyaman. Apakah Moms sendiri atau dibantu orang lain?)
- Botol minum bayi/dot: 6 buah (tips: sesuaikan ukuran botol dengan daya menyusui sang bayi)
- Alat pumping/pompa ASI: 1 set (tips: tidak harus beli baru, bisa juga meminjam dari saudara/rekan atau dari tempat persewaan)
- Stroller: 1 buah (tips: jika Moms memiliki mobilitas tinggi bersama sang buah hati, pilihlah stroller yang memiliki kekuatan besar dan modelnya bisa digunakan oleh bayi hingga balita. Stroller juga bisa didapatkan dari 'warisan' atau persewaan jika ingin membutuhkan dalam jangka waktu tertentu)
Tahan Godaan
Hal lain yang sering menggoda dalam menyiapkan perlengkapan penting bagi bayi adalah aneka model dan motif yang lucu-lucu. Sebagai saran, pilihlah model atau motif yang lebih netral atau tidak spesifik menunjukkan gender tertentu. Misalnya bayi perempuan semuanya serba pink, atau bayi laki-laki barangnya dominan biru. Pilihlah warna yang bisa cocok dikenakan gender apapun misalnya hijau, putih, abu-abu, krem, warna pastel atau warna earth tone.
Untuk motifnya, bisa memilih motif hewan, huruf/angka, langit (matahari, bulan, bintang, awan) atau motif 'aman' seperti stripes alias garis-garis. Karena sifat natural bayi yang memang menggemaskan, motif polos pun sudah bisa membuat mereka terlihat menawan loh, Moms!
Pemilihan warna atau motif yang selektif ini dimaksudkan agar barang-barang tersebut nantinya bisa kita wariskan kembali untuk anak kedua dan seterusnya jika berbeda jenis kelamin. Jadi, sejalan dengan konsep minimalis dan hemat biaya juga pastinya.
Pakaian bayi juga umumnya terbagi menjadi 4 kategori yaitu 0-3 bulan (newborn), 3-6 bulan, 6-9 bulan, dan 9-12 bulan. Meski dibagi berdasarkan usia bulan, hal ini tidak menjadi patokan mutlak dalam memilih ukuran pakaian. Beberapa bayi mungkin akan mengalami growth spurt alias lonjakan pertumbuhan di bulan-bulan awal setelah kelahirannya. Jadi, tidak perlu terlalu banyak membeli pakaian ukuran newborn.
Setelah mengetahui list baby essentials dari saya, kira-kira, barang apa yang perlu ditambahkan atau dikurangi dari list di atas? Setiap kondisi di setiap keluarga pasti berbeda-beda, jadi sesuaikan dengan kondisi masing-masing, ya!
Sharing pengalamannya di kolom komentar yuk, Moms!

Comments
Post a Comment