MMID Meet Up Jogja Vol. 2; Seru & Intimate, Mulai dari Ngobrolin Mindful Screen Time sampai Bertukar Barang


Gawai sudah menjadi tools wajib di zaman serba digital seperti sekarang. Smartphone, tablet, smartwatch, hingga laptop. Bagi para ibu yang gemar segala hal praktis, ponsel bisa menjadi “alat serbaguna” untuk bekerja atau menyelesaikan keperluan harian, mencari informasi, berbelanja, hingga berkomunikasi dengan keluarga dan teman. Namun, penggunaan gawai yang berlebihan tanpa disadari dapat menyedot waktu, energi, dan mengurangi kualitas interaksi dengan orang terdekat.

Situasi inilah yang mendorong Minimalist Moms Indonesia (MMID) berkolaborasi dengan komunitas Ibu Punya Mimpi menggelar Meet Up bertema “Mindful Parenting: Less Screen Time for Moms”. Kegiatan ini dihadirkan sebagai ruang belajar bersama bagi para perempuan di Jogja untuk mengatur waktu bersama gawai dengan lebih bijak sambil mengenalkan gaya hidup minimalis yang membawa manfaat bagi diri, keluarga, dan lingkungan. Tak hanya sesi sharing terkait digital mininalism, ada juga booktalk "My Minimalist Life Journey" dan Mini Pasar Tukar untuk mengenalkan praktik #PedePakaiPreloved serta #MemilihTidakBeliBaru.

Pada hari Minggu (27/7) bertempat di Kafe Tumbuh Bersama di Jogja, para peserta Meet Up MMID mengawali kegiatan dengan melakukan kurasi barang-barang untuk diikutkan di Mini Pasar Tukar, sebuah kegiatan bertukar barang dengan konsep hibah-adopsi. Peserta membawa barang layak pakai, mulai dari pakaian, buku, hingga mainan anak, untuk diadopsi kembali oleh peserta lain.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi sharing “Mindful Parenting: Less Screen Time for Moms” oleh Noni Rosliyani, editor buku My Minimalist Life Journey. Membagikan pengalaman pribadinya dalam mengelola screen time sebagai ibu, mulai dari tantangan, pemicu penggunaan gadget berlebih, tips praktis menerapkan digital detox, dan menciptakan budaya digital sehat dalam keluarga.

Sesi diskusi berlanjut dengan membahas soal isu screen time berlebih yang kerap dialami para ibu dalam kesehariannya. Screen time memang menjadi hiburan cepat saji untuk para ibu, namun jika tidak diatur dengan bijak bisa memberikan dampak negatif baik bagi diri maupun relasi dengan sekitar. Ditenkankan pula bahwa mindful screen time bukan berarti meninggalkan teknologi sepenuhnya, melainkan menggunakannya dengan kesadaran dan tujuan yang jelas.

Noni Rosliyani bersama perwakilan Ibu Punya Mimpi, Hani Zaharani

Selepas sharing session, peserta diajak berkenalan dengan buku antologi terbaru dari MMID lewat booktalk "My Minimalist Life Journey". Buku ini kumpulan kisah nyata perempuan yang menjalani hidup minimalis, berkesadaran, dan ramah lingkungan. Buku ini berisi kumpulan pengalaman para pelaku gaya hidup minimalis dari berbagai latar belakang, temanya pun beragam dari mulai sustainable beauty, hingga kebiasaan saling meminjam buku untuk mengurangi konsumsi berlebih. Tujuannya tentu agar para peserta terinspirasi untuk memulai perjalanan minimalisnya masing-masing.

Meet up ditutup dengan pembagian doorprize serta sesi Pasar Tukar yang dinanti-nanti. Peserta pulang membawa bukan hanya barang baru hasil adopsi dari Pasar Tukar, tapi juga inspirasi dan semangat baru untuk lebih bijak mengatur waktu di depan layar serta hidup lebih sederhana.

Barang yang siap diadopsi di sesi Pasar Tukar

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa dukungan komunitas sangat penting dalam memantik perubahan gaya hidup. Apakah kalian juga merasakan hal yang sama?

Comments

Popular posts from this blog

"My Minimalist Life Journey" Book Launching Webinar & Kick Off MMID Class Series