MMID Playdate Jabodetabek: Minimalism Fights The Buy-More Culture
Pada Minggu, 26 Oktober 2025, Minimalist Moms Indonesia (MMID) kembali mengadakan "MMID Playdate Volume 7" di SMM Karawaci Tangerang. Mengusung tema besar tentang bagaimana minimalisme menjadi salah satu cara melawan arus konsumerisme dan materialisme. Acara ini mengajak para ibu dan perempuan untuk melihat kembali pola konsumsi yang sering kali tidak disadari dalam keseharian.
Melalui kegiatan ini, MMID ingin menghadirkan sebuah ruang untuk para ibu dan perempuan dalam berbagi pengalaman, membangun kesadaran, sekaligus menemukan cara praktis agar tetap bijak dalam berbelanja dan mengelola kebutuhan keluarga di tengah deras arus konsumerisme dan materialisme. Tak sekadar acara kumpul santai, playdate kali ini juga menjadi wadah berbagi dan belajar bersama yang hangat dan insightful.
Kegiatan dimulai dengan dua sesi utama yang berjalan bersamaan: Kids Activity dan Sharing Session for Momsis. Setelahnya ada juga Pasar Tukar khusus para peserta Playdate. Di sini, barang-barang bekas yang masih layak pakai bisa saling ditukar dan dihibahkan ke para pemilik baru, dengan begini maka usia pakai sebuah barang akan semakin panjang.
Kids activity dibuka dengan sesi read aloud lalu dilanjutkan dengan aktivitas crafting menggunakan bahan-bahan bekas. Anak-anak belajar tentang bagaimana menjaga lingkungan dengan cara sederhana, sambil menumbuhkan kreativitas lewat kegiatan eksplorasi bahan bekas. Sesi ini diisi oleh para pengajar dari Sekolah Murid Merdeka (SMM) Karawaci Tangerang.
Sementara itu, berlangsung pula Sharing Session for Momsis yang dipaparkan oleh Evi Syahida selaku founder MMID dan Zidni Khansa, S. Pd. Gr., Kepala Sejolah Murid Merdeka. Topik yang diangkat berfokus pada bagaimana perempuan sering kali menjadi target utama budaya konsumtif yang kerap memunculkan perasaan fear of missing out jika tidak memiliki barang-barang terbaru. Melalui diskusi ini, peserta diajak berefleksi tentang makna “cukup” dalam kehidupan keluarga dan personal.
Gaya hidup minimalis kemudian dibahas sebagai penawar “buy-more culture”. Bukan dengan menolak semua hal baru, tetapi dengan menumbuhkan kesadaran dalam memilih dan membeli seperlunya, menggunakan yang ada, dan berbagi saat berlebih. Prinsip ini menjadi kunci agar hidup terasa lebih ringan dan berkelanjutan, baik secara finansial maupun mental. Topik yang dibahas terasa relate dengan realita yang kita alami di keseharian.
Menjelang akhir acara, peserta mengikuti Pasar Tukar, yaitu kegiatan berbagi barang hasil decluttering. Setiap peserta membawa beberapa barang layak pakai untuk dihibahkan, ditukar, atau diadopsi oleh peserta lain. Melalui kegiatan sederhana ini, para peserta belajar bahwa setiap barang memiliki nilai lebih ketika bisa dimanfaatkan kembali oleh orang lain. Tak hanya mengurangi limbah, tapi juga berjejaring.
Pertemuan ini menjadi pengingat bahwa minimalisme bukanlah sekadar gaya hidup, namun juga sebuah penawar budaya konsumtif yang sering membebani perempuan dan keluarga. Dengan nilai kesederhanaan, MMID terus mendorong anggotanya untuk hidup lebih bermakna, tidak dengan membeli lebih banyak, tetapi dengan mensyukuri yang sudah dimiliki.
Bagi para ibu dan perempuan yang ingin belajar menerapkan hidup minimalis, berbagi pengalaman, atau sekadar mencari teman satu frekuensi, yuk bergabung dengan komunitas Minimalist Moms Indonesia melalui Instagram @minimalistmoms.id. Bersama, kita belajar hidup lebih ringan, sadar, dan bermakna mulai dari rumah.
Nantikan MMID Playdate berikutnya, ya!



Comments
Post a Comment