MMID Class: Decluttering For Better Life #BebenahMulaiDariRumah
Percayakah kalau suasana rumah mempengaruhi pikiran kita? Rumah yang rapi dan nyaman membuat suasana hati dan pikiran menjadi tenang. Sebaliknya, rumah yang berantakan dan penuh barang akan membuat pikiran berantakan juga. Solusi untuk permasalahan ini tentunya adalah dengan melakukan decluttering atau bebenah. Bebenah bisa diartikan sebagai sebuah tindakan membereskan atau menata kembali sesuatu agar menjadi lebih rapi, bersih, atau teratur.
Minimalist Moms Indonesia (MMID) kembali menghadirkan MMID Class yang bertajuk "Decluttering For Better Life 30 Hari #30HariBebenahMulaiDariRumah pada tanggal 16 November 2025 lalu dengan narasumber Evi Syahida, founder dari MMID dan pelaku gaya hidup minimalis. Berkolaborasi dengan PC Nasyiatul Aisyiah Cabang Lowokwaru Kota Malang, webinar ini mengajak para ibu dan perempuan untuk mengenal dan mulai melakukan proses bebenah. Bebenah ternyata bukan sekadar rumah yang rapi, tetapi juga sebagai perjalanan menyadari kebutuhan, melepaskan beban, dan menghadirkan hidup yang lebih tenang.
Mengenal Danshari
Ada banyak cara untuk melakukan proses bebenah, salah satunya dengan metode Danshari, sebuah teknik decluttering yang berasal dari Jepang. Danshari merupakan gabungan dari tiga kata "dan" (menolak), "sha" (membuang), dan "ri" (melepas). Ketiganya menggambarkan proses bertahap dalam decluttering, dimulai dari menolak barang yang tidak dibutuhkan, membuang yang tidak relevan, hingga benar-benar melepaskan keterikatan emosional terhadap barang.
Uniknya, danshari berfokus pada ruang, bukan barang. Tujuan utama decluttering bukan hanya mengurangi jumlah benda di rumah, melainkan menciptakan ruang yang lebih lapang dan nyaman. Dalam danshari, “membuang” dimaknai sebagai meninggalkan; meninggalkan kebiasaan menumpuk, rasa takut kekurangan, dan keterikatan yang tidak lagi sehat.
Peserta lalu diajak mengenali tipe-tipe orang yang sulit membuang barang, seperti tipe yang lari dari kenyataan, terobsesi dengan masa lalu, atau cemas berlebihan terhadap masa depan. Ketiganya kerap muncul dalam keseharian ibu, misalnya menyimpan barang karena kenangan, rasa sayang, atau pikiran “nanti pasti terpakai”.
Lalu, mengapa decluttering terasa begitu sulit? Ada beberapa hak yang menjadi penyebabnya, yaitu karena terbiasa menumpuk barang, memiliki mindset “segala sesuatu boleh masuk tanpa permisi”, serta keyakinan bahwa kita tidak akan mampu membeli atau mendapatkan barang serupa di kemudian hari. Tanpa disadari, pola pikir ini membuat rumah semakin penuh dan pikiran ikut mengendap.
Untuk itu, webinar ini menekankan langkah awal bebenah (decluttering) yang paling penting yaitu memulai dari pikiran. Peserta diajak mengenali kualitas dan kuantitas barang yang dimiliki, serta memahami dampaknya, dari kondisi ringan dan rapi, hingga menumpuk dan terasa berat. Proses ini juga dilengkapi dengan ajakan untuk berhenti menyalahkan diri sendiri, serta membayangkan ruang dan kehidupan seperti apa yang benar-benar diimpikan.
Memulai dengan Aksi
Peserta pun dibekali tips bebenah ala metode Danshari, di antaranya: mengkategorikan barang berdasarkan poros penting dan poros waktu, mengeluarkan semua barang dari satu ruang ke permukaan datar agar terlihat jelas, serta memulai dari unit terkecil agar tidak merasa kewalahan. Pendekatan ini membantu proses decluttering terasa lebih terstruktur dan realistis untuk diterapkan di rumah.
Manfaat decluttering pun dibahas secara menyeluruh. Tidak hanya membuat ruang lebih lapang, tetapi juga menghadirkan perasaan gembira, memulihkan kondisi fisik dan mental, menumbuhkan jiwa sosial, serta meningkatkan kualitas hidup. Aktivitas sehari-hari terasa lebih tenang, keputusan lebih cepat diambil, dan bisa berkontribusi pada lingkungan dengan memperpanjang usia pakai barang.
Decluttering adalah proses personal dan bertahap. Tidak perlu terburu-buru atau membandingkan diri dengan orang lain. Yang terpenting adalah memulainya dengan sadar.
Melalui webinar ini, MMID kembali menegaskan bahwa hidup minimalis bukan tentang memiliki paling sedikit, melainkan tentang memilih dengan penuh kesadaran. Dari rumah yang lebih lapang, kita belajar menciptakan hidup yang lebih ringan, tenang, dan bermakna. Bersama-sama dalam sebuah komunitas.
Ingin tahu lebih banyak atau sekadar ingin mengintip dahulu tentang minimalisme? Bisa langsung ikuti dan simak konten-konten kami di Instagram Minimalist Moms Indonesia, ya!

Setuju banget 🌿 Rumah memang punya pengaruh besar ke pikiran dan emosi kita. Tulisan ini ngingetin kalau decluttering bukan sekadar buang barang, tapi proses menyadari kebutuhan, melepaskan keterikatan, dan berdamai sama diri sendiri. Konsep danshari yang fokus ke ruang dan mindset terasa relate, apalagi buat ibu-ibu yang sering menyimpan barang karena “sayang” atau “takut nanti butuh”. Webinarnya kelihatan insightful dan aplikatif, jadi pengin mulai bebenah pelan-pelan dari yang paling kecil dulu
ReplyDelete