Peran Ayah dalam Minimalisme



Bagaimana, ya, penerapan gaya hidup minimalisme dalam sebuah keluarga? Jika filihat sekilas, peran ayah kerap luput dari pembahasan. Padahal, rumah adalah ruang bersama dan nilai yang tumbuh di dalamnya dibentuk dari kerjasama para anggotanya. Minimalisme bukan hanya tentang mengurangi barang, tetapi juga tentang membangun kesadaran, kebiasaan, dan teladan yang diturunkan dari orang tua kepada anak-anak.

Salah satu praktik minimalisme yang paling umum adalah decluttering atau proses memilah, merapikan, dan melepaskan barang yang sudah tidak dibutuhkan. Seberapa penting sebenarnya peran ayah dalam proses ini?

Dalam sebuah video dari @bapaknyabocah2 ini terdapat pesan tentang pentingnya keterlibatan ayah dalam proses decluttering di rumah. Mulai dari memberi contoh nyata bagi anak, mengajarkan pengelolaan emosi, hingga menanamkan nilai berbagi sejak dini. Berikut penuturan lengkapnya:

"Seberapa penting sih peran ayah untuk terlibat dalam proses decluttering?

Menurut saya sih penting banget ya karena bisa menjadi contoh bagi anak kalau urusan decluttering atau beres-beres di rumah itu nggak cuma urusan ibu melainkan juga urusan ayah bahwa urusan kerapian rumah itu adalah tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu.

Selain itu yang saya lihat, keterlibatan ayah dalam decluttering di rumah juga bisa mengajarkan ke anak tentang kontrol emosinya mereka, nih. Contohnya ketika membeli mainan, anak harus merelakan mainan lamanya keluar, soalnya kalau tidak itu bakal bisa menumpuk dan bakal bikin kamar mereka sumpek dan ujungnya bikin mereka nggak nyaman. 

Yang nggak kalah pentingnya juga, decluttering itu mengajarkan tentang berbagi. Ketika mereka punya mainan yang lama nggak terpakai, mereka bisa mendonasikannya kepada teman-temannya atau saudara-saudara yang membutuhkannya.

Bagaimana tips mengajak anak dan pasangan untuk mulai melakukan decluttering? 

Tipsnya sederhana banget. Bapak Ibu bisa mulai dari diri sendiri. Saat ayah mulai berhasil membuat perubahan dengan merapikan garasi, contohnya. Yang tadinya penuh dengan onderdil bekas, sekarang jadi lapang dan bisa buat tempat main anak-anak. Maka akan mudah diikuti oleh anggota keluarga lainnya.

Mereka bisa melihat bahwa oh ternyata kalau rumah dirapihin dan diberesin itu hasilnya bisa bermanfaat dan bisa bikin anggota keluarga lain menikmati dan main di situ.

Pesan buat ayah lainnya:

Decluttering itu membahagiakan lho. Anak istri bapak bisa menikmati rumah yang nyaman tanpa harus bingung dan pusing ngadepin tumpukan barang. Sesederhana itu."


Peran ayah dalam minimalisme bukan tentang melakukan hal besar atau perubahan drastis. Tapi justru dimulai dari aksi kecil yang konsisten: ikut memilah barang, memberi contoh saat melepaskan, dan hadir dalam proses bersama keluarga. Dari situlah anak belajar tentang tanggung jawab, empati, dan kesadaran akan ruang hidupnya sendiri.

Jangan lupa bagikan artikel ini ke keluarga lain supaya semakin banyak keluarga yang tumbuh bersama dalam rumah yang sadar, nyaman, dan penuh makna 💚

Bagaimana dengan keluarga Momsis? Yuk, kita mulai hadirkan peran penuh satu keluarga dalam menerapkan minimalisme di rumah. Untuk yang ingin tahu lebih banyak soal minimalisme, ikuti terus updatenya di instagram Minimalist Moms Indonesia, yaa!

Comments

Popular posts from this blog

"My Minimalist Life Journey" Book Launching Webinar & Kick Off MMID Class Series