Temu Perempuan Minimalis 2026: Wear Wisely, Live Fully



Tahun baru, semangat baru. Menyusun resolusi, menata rencana, bahkan mungkin mulai memindai untuk menambah barang baru di rumah. Namun, di tengah semangat yang serba baru ini, ada satu pertanyaan yang patut kita pikirkan sejenak: Apakah benar kita membutuhkan lebih banyak, atau justru perlu belajar merasa cukup?


Pertanyaan inilah yang menjadi pemantik dalam gelaran tahunan Minimalist Moms Indonesia, Temu Perempuan Minimalis (TPM) 2026 yang berlangsung pada hari Minggu, 25 Januari 2026 di Sekolah Murid Merdeka (SMM) Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Acara ini menjadi ruang temu, ruang tumbuh, dan ruang aman untuk merasakan langsung bagi para perempuan yang sedang belajar menjalani hidup lebih minimalis, berkesadaran, dan ramah lingkungan. Menjadikannya one stop meeting point untuk para Momsis yang ingin mengulik lebih jauh soal minimalisme.

Tahun ini terasa semakin spesial karena TPM 2026 juga menjadi bagian dari perayaan lima tahun perjalanan MMID. TPM kembali dengan rangkaian acaranya yang sangat family friendly. Dimulai dari talkshow, workshop, kids activity, Sustainability Bazaar, Dropbox #BijakMembuang, dan tentunya Pasar Tukar. Mengusung tema “Wear Wisely, Live Fully”, MMID mengajak kita untuk melihat kembali hubungan kita dengan pakaian. Bukan sekadar apa yang kita kenakan, namun juga melihat keseluruhan prosesnya. Dalam sambutannya, Founder MMID, Evi Syahida (Visya), menyampaikan bahwa bijak berpakaian adalah bagian dari memilih hidup yang lebih utuh. Karena dari lemari pakaian pun, nilai-nilai kesadaran bisa dimulai.

Dalam sesi talkshow TPM 2026, Nada Arini mengajak peserta untuk merawat pakaian dengan lebih bijak, salah satunya dengan memaksimalkan penggunaan agar tidak terlalu sering dicuci sehingga usia pakainya lebih panjang. Sementara Aisyah Winna mengingatkan bahwa berdonasi pakaian juga perlu dilakukan dengan kesadaran. Bukan hanya memindahkan barang dari lemari kita ke tempat lain, tetapi dengan memastikan dengan pertimbangan matang sebelum membeli.

Tak berhenti pada teori saja. Di sesi workshop, para peserta diajak praktik langsung dalam workshop basic repair, di mana kita berlatih memperbaiki kerusakan sederhana pada pakaian agar tidak langsung berakhir menjadi limbah. Ada pula workshop upcycling kaos bekas menjadi tas, yang membuka perspektif bahwa barang lama masih berpotensi untuk dijadikan barang "baru" yang berfungsi. Proses ini menyadarkan kita bahwa ternyata memperpanjang usia pakaian bisa dimulai dari keterampilan sederhana.

Sustainability Bazaar juga menjadi salah satu daya tarik di TPM 2026 kali ini. Diikuti oleh para UMKM berkelanjutan, menjadi ruang apresiasi bagi pelaku usaha yang sejalan dengan nilai minimalisme dan keberlanjutan. Total ada tujuh tenant yang meramaikan Sustainability Bazaar tahun ini, yaitu:  Samara Dakara, Buku-buku Kita, Jahitku, Asal n Usul & Baut n Bot, Spiceasia, Tukar Buku Berjalan, Juicible. Pengunjung bisa juga cek pemeriksaan di booth Diagnos Lab.

Sesi Pasar Tukar juga sangat dinantikan. Pada sesi ini, peserta bisa menghibahkan barang layak pakai dan mengadopsi barang yang dibutuhkan. Bagi pengunjung dan Momsis yang datang bersama anak tak perlu khawatir mereka akan bosan karena di TPM juga disediakan Kids Corner dan Kids Activity dari kawan-kawan SMM Pesanggrahan Jakarta Selatan.

TPM 2026 kembali menjadi pengingat kita bahwa minimalisme sejatinya adalah tentang memilih segalanya dengan sadar agar hidup yang kita miliki terasa lebih utuh.

Masih banyak agenda terkait minimalisme yang akan MMID adakan untuk setahun ke depan. Pastikan Momsis sudah mengikuti instagram kami di @minimalistmoms_id agar tudak terlewat informasi terbaru kami, ya!

Comments

Popular posts from this blog

"My Minimalist Life Journey" Book Launching Webinar & Kick Off MMID Class Series