MMID CLASS Ramadan & Suistainability : Dari Takjil sampai Baju dan Hampers Lebaran
Webinar ini dimaksudkan untuk menerapkan Bijak konsumsi di bulan Ramadan. Dipandu oleh Mom Mufid Azizi (Mufid) dan narasumber Mom Evi Syahida (Visya) founder MMID, seorang blogger, penulis, dan Ibu rumah tangga.
Di awal sesi webinar para peserta diberikan pertanyaan tentang (Apa yang masih menjadi Tantangan MomSis di Ramadhan kali ini? ) dan kebanyakan para peserta menjawab dua hal:
Manajemen waktu
Manajemen Ibadah dengan aktivitas keseharian
Webinar ini mengajak kita untuk belajar bareng mengenai Ramadhan & Sustainability (Ramadan & Keberlanjutan) Salah satu masalah yang paling mencuat yakni tentang isu persampahan saat bulan Ramadan. Selama Ramadhan produksi sampah meningkat sekitar 20%. Mulai dari sampah makanan, sampah plastik, sterofoam, hingga sampah kulit kelapa. Penyebab utama adalah Perubahan pola konsumsi, keinginan membeli makanan dalam jumlah besar sebelum berbuka (overbuying), dan peningkatan penggunaan kemasan sekali pakai. Permasalahan lain adalah tren fashion baju lebaran yang meningkatkan sampah tekstil hingga pemilihan hampers lebaran dengan kemasan berlebih.
Contoh cara-cara belajar gaya hidup minimalis dan minim sampah.
1. Takjil Sustainablity
• Bijak dalam membeli Takjil (konsumsi), agar tidak jadi foodwaste
• Hitung budget takjil sesuai dengan kebutuhan keluarga
• Gunakan atau bawa wadah sendiri saat membeli
2. Baju Lebaran yang lebih Sustainability
• Mix and match baju yang lama.
• Bisa pakai jasa sewa baju, atau pinjam, bisa juga dengan saling tukar
• Beli Preloved atau membeli baju lokal yang tahan lama
3. ‘Baju Lama Rasa Baru’
• Kombinasikan atasan-bawahan dengan warna yang berbeda
• Kombinasikan dengan aksesoris
4. Tips memilih Hampers
• Pilih yang fungsional, kita mengetahui apa yang dibutuhkan oleh si penerima
• Sedikit tapi berkualitas
• Tambahkan sentuhan personal
• Sesuaikan dengan kebutuhan penerima
• Sesuaikan dengan budget kita
5. Hampers yang Lebih Sustainablity
• Support brand UMKM lokal
• Reusable Packaging utamakan pakai yang ada di rumah
• Kita bisa memberikan tanaman sebagai hampers
• Makanan homemade
Apabila kita sudah mencoba mengurangi sampah plastik namun pada akhirnya masih ada beberapa penjual yang masih menggunakan bungkus plastik, maka kita bisa tetap berusaha mengurangi, walaupun masih belum bisa sepenuhnya mengurangi penggunaan bungkus plastik. Contoh tips yang bisa dilakukan adalah membawa wadah makanan kosong dari rumah saat membeli takjil. Selain mengurangi sampah plastik, kita juga bisa langsung mengukur jumlah takjil yang akan kita beli berdasarkan wadah yang kita bawa.
Penyebab foodwaste meningkat selama bulan Ramadan karena kita biasanya kalap membeli takjil terlalu banyak sehingga banyak takjil yang tidak termakan dan akhirnya berakhir menjadi foodwaste (sampah makanan). Ambil dan pilih makanan sesuai porsi makanan kita dan keluarga. Tips yang bisa dilakukan yakni lebih memilih memasak takjil sendiri misalnya kolak, bubur kacang hijau, bakwan, tahu goreng, pisang goreng, tapai goreng, atau membuat sop buah . Kita bisa menjaga apa yang kita konsumsi mulai dari kualitas kebersihan dan nutrisi. Kalau pun harus membeli, kita harus punya perhitungan perkiraan budget sendiri dan pastikan sesuai kebutuhan agar tidak boros.
Cara memprediksi apa saja yang pas dan cukup untuk berbuka agar tidak jadi foodwaste ialah mengenali kebutuhan makan orang-orang di rumah. Contoh dari mom Visya, untuk takjil biasanya kalau dia membatasi (biasanya buah, pisang goreng) masing-masing maksimal 3 makanan per orang. Takjil tidak terlalu banyak, karena itu hanya untuk membatalkan puasa saja. Kebutuhan kita ada di makan berat. Trial & Error bisa menjadi referensi untuk menyiapkan takjil. Nah jika kita sudah mengontrol diri tetapi anggota keluarga yang lain masih ada yang lapar mata kita harus mencari alasan, untuk setiap hal yang kita lakukan serta selalu mendorong dan mengedukasi anggota keluarga lainnya.
Agar lebih bijak dalam memilih atau menjual parsel yang minim sampah kita bisa memilih Pengganti plastik, sebagai wadah kemasan parsel. Contohnya parsel bisa ditempatkan di wadah seperti kardus, bambu, rotan kayu, atau bublewrap dari kertas. Selain lebih ramah lingkungan, kemasan ini juga bisa digunakan lagi nantinya sehingga lebih berkesan. Kemudian supaya bisa lebih percaya diri saat berlebaran dengan menggunakan baju lama, fokuslah pada reaksi kita apa yang bisa kita kendalikan. Strong Why, sangat diperlukan agar kita apa yang kita butuhkan. Bahwa apa yang kita beli, kita hadirkan di rumah akan dihisab jika tidak digunakan sebaik baiknya. Value kita tidak dinilai dari apa yang menempel pada diri kita, kenyamanan menjadi pilihan. Lakukan hal yang bisa kita lakukan. Sedikit demi sedikit, tapi konsisten. Apresiasi pencapaian. Guru yang paling berharga adalah pengalaman, termasuk dalam case baju. Pilih baju dengan warna kesukaan kita, atau fokus pada beberapa warna yang bisa dipadu padankan. Sesuaikan atau pilih baju yang bisa dipakai di segala aktivitas.
Refleksi yang bisa kita simpulkan adalah Ramadan itu bukan tentang konsumsi yang lebih banyak, tetapi tentang kesadaran dari takjil, baju hingga hampers. Semoga kita bisa menjalankan bulan Ramadan dengan Bijak, Bermakna dan Berkelanjutan.


Comments
Post a Comment