Menerapkan Budaya Decluterring untuk Hidup Lebih Bermakna

 


Budaya adalah pola perilaku dan berpikir yang sudah menetap dan diwariskan. Berasal dari bahasa Sansekerta “Buddhayah” jamak dari Buddhi yang berarti budi atau akal. Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya mulai dari makanan, minuman, pakaian, rumah adat, hingga kebiasaan. Nah ada salah satu yang menarik tentang kebiasaan karena sebenarnya kebiasaan adalah budaya yang timbul dari kegiatan kita yang terus berulang dilakukan. Contohnya kebiasaan ke kampung halaman saat musim lebaran tiba yang menjadi budaya Mudik, sopan santun kepada orang yang lebih tua, makan lesehan, sampai budaya gotong royong membersihkan lingkungan sekitar.

Dengan bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar kita, secara tidak langsung kita mempererat tali silaturrahmi keakraban dengan para tetangga sekaligus menyadari pentingnya menjaga tempat tinggal kita. Lingkungan yang bersih akan nyaman ditinggali, lebih sehat, aman dan terhindar dari berbagai penyakit. Mari kita mengenal satu kebiasaan baik yang jika diterapkan dampaknya bukan hanya untuk lingkungan tetapi lebih kepada diri kita sendiri yakni budaya decluterring.

Decluttering adalah proses menyortir, memilah, dan menyingkirkan barang-barang yang tidak lagi dibutuhkan atau digunakan untuk mengurangi kekacauan fisik, menciptakan ruang yang lebih rapi, nyaman, dan fungsional. Kegiatan ini membantu mengurangi stres, meningkatkan fokus, dan memberikan dampak positif pada kesehatan mental. Dengan mengurangi jumlah barang yang tidak sering dipakai kita sedang belajar untuk lebih menghargai barang yang kita miliki. Anggap saja kita tergoda untuk membeli tas baru dengan harga murah padahal tas kita punyai masih sangat bagus. Dengan menerapkan decluterring kita menahan untuk tidak membeli tas dulu karena setelah membongkar lemari kita memiliki dua tas. Saru tas kecil yang biasa kita pakai untuk acara, satu lagi tas ransel yang biasa dipakai untuk pergi jauh. Kita memilah, mencatat, sekaligus berpikir bahwa barang-barang yang kita punyai masih bagus atau ada yang memang telah rusak dan harus dibuang.

Lalu apa saja langkah awal yang bisa kita lakukan untuk menerapkan budaya ini?

• Buatlah daftar area prioritas. Kita mulai dari bagian rumah mana yang ingin disortir terlebih dulu misalnya gudang, kamar, atau dapur. Catat barang apa saja yang masih layak dipakai, rusak atau ingin kita sumbangkan kepada orang lain yang lebih membutuhkan. Masukan barang tersebut dalam tiga kategori simpan, donasi, buang.

• Tahap selanjutnya marilah kita mempertanyakan kegunaan barang kita. Tanyakan pada diri sendiri apakah barang ini berguna atau apakah barang ini membawa kebahagiaan? Terapkan Aturan “6 Bulan/1 Tahun”: Jika kamu tidak menggunakan barang tersebut dalam 6–12 bulan terakhir, pertimbangkan untuk menyingkirkannya.

Contoh kegiatan decluterring lemari pakaian 

• Jangan suka menumpuk barang yang akan dibuang. Langsung buang ke tempat sampah atau donasikan secepatnya. Terapkan metode One In, One Out. Jika membeli barang baru, pastikan ada satu barang lama yang keluar. Dengan menerapkan decluterring kita bisa memperpanjang umur barang yang kita pakai, mengerti bahwa tidak harus selalu memakai barang baru selama barang lama lebih bagus, dan kita belajar untuk mengikhlaskan barang yang kita punya ke orang lain yang lebih membutuhkan barang tersebut.

Kebiasaan yang baik akan menimbulkan perilaku yang baik. Perlahan-lahan akan menjadi satu budaya yang bisa kita wariskan dari generasi ke generasi. Mulai dari diri kita sendiri, mulai dari hal yang terkecil dan mulailah dari sekarang untuk menjalankan hidup yang lebih bermakna.


Comments

Popular posts from this blog

Strategi Hemat Pengeluaran Lewat Gaya Hidup Minimalis

MMID CLASS Ramadan & Suistainability : Dari Takjil sampai Baju dan Hampers Lebaran