Beres-Beres Dapur dengan Prinsip Minimalis yang Realistis

 



Siapa yang weekend ini berencana untuk beres-beres dapur? Sebelum Momsis memulai beres-beresnya yuk baca dulu beberapa tips di bawah ini. 

 

Dapur adalah salah satu area krusial di dalam rumah sekaligus menjadi salah satu tempat kekuasaan seorang ibu. Dapur yang rapi, bersih, dan nyaman tentu akan meningkatkan kebahagiaan serta kenyamanan anggota keluarga untuk menuangkan kreativitas dalam mengolah makanan. Dapur yang nyaman akan menghadirkan kebahagiaan tersendiri bagi penghuni rumah tersebut. 

Namun di sisi lain dapur juga menjadi salah satu area yang mudah kotor. Keberadaan barang-barang yang lama tidak terpakai bisa menjadi tempat menumpuknya berbagai debu dan kotoran. Tumpukan wadah dan tumbler yang menggunung membuat dapur yang harusnya terasa lapang justru terasa sesak dan sempit. Oleh karena itu menjaga dapur agar tetap rapi dan nyaman digunakan menjadi hal yang perlu diperhatikan. 

Berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan ketika Momsis akan memulai untuk membereskan bagian dapur. 

1.      Kategorikan Perabotan Berdasarkan Intensitas Penggunaan

Kadang  kita bingung menentukan barang mana yang sebaiknya berada di atas meja dapur dan mana yang lebih baik disimpan di dalam laci atau lemari dapur. Cara simpel yang bisa kita lakukan adalah mengkategorikan perabotan dapur menjadi:

-           sering dipakai,

-           jarang dipakai,

-           dan sangat jarang dipakai.

Barang dengan intensitas penggunaan yang cukup sering, misalnya digunakan setiap hari,  bisa kita simpan di atas meja dapur. Hal ini akan memudahkan Momsis untuk mencari barang sekaligus mengefektifkan tenaga dan waktu saat berada di dapur. Sendok dan pisau yang intensitas penggunaannya sangat tinggi bisa disimpan di atas meja dapur agar mudah dijangkau. 

  

Foto oleh Huu Huynh: https://www.pexels.com/id

Sedangkan peralatan seperti panci berukuran besar yang tidak digunakan setiap hari bisa disimpan di rak bawah atau di kabinet atas dapur. Hal ini akan membuat area meja dapur terasa lebih lapang dan leluasa digunakan. Dapur juga menjadi lebih mudah dibersihkan ketika tidak terlalu banyak barang menutupi permukaannya.

 

2.      Gunakan Aturan “1 Tahun”

Coba Momsis perhatikan, adakah barang di dapur yang ternyata sudah lebih dari satu tahun tidak digunakan? Mungkin wadah makanan yang menumpuk? atau perabot yang sudah rusak tapi masih tetap kita simpan? Ya, sudah saatnya semua barang barang tersebut dieliminasi dari dapur kita. 

Momsis bisa mengeliminasi perabot dapur menggunakan aturan “1 tahun” yakni prinsip bahwa benda yang sudah lebih dari satu tahun tidak kita gunakan kemungkinan besar memang tidak kita butuhkan. 

Seringkali Momsis terjebak dengan koleksi tumbler atau wadah makanan lucu yang hanya tersimpan rapi di rak dapur atau perabot yang hanya sekali digunakan dan sekarang berdebu di sudut laci. Dari sini kita akan menyadari bahwa ternyata kita tidak membutuhkan semua itu. Memiliki sedikit barang namun berfungsi maksimal sering kali jauh lebih baik dibandingkan menumpuk barang cadangan yang bahkan keberadaannya sudah kita lupakan.

Mari mulai menghibahkan barang yang tidak pernah digunakan. Bisa jadi barang tersebut lebih bermanfaat bagi orang lain.

 

3.      Hindari Menumpuk Wadah atau Thinwall Kosong

 Fenomena yang sering ditemukan adalah kebiasaan menumpuk thinwall dengan alasan “nanti bisa dipakai lagi”. Padahal thinwall yang sering kita dapatkan saat membeli makanan di luar adalah wadah yang tidak direkomendasikan untuk digunakan berulang kali. Thinwall umumnya terbuat dari plastik tipis jenis polypropylene (PP) dengan kode daur ulang angka 5.

 



Foto oleh Magda Ehlers: https://www.pexels.com

 

 Meski tergolong cukup aman untuk makanan, ketahanannya terhadap panas dan tekanan berulang sangat terbatas. Thinwall memiliki dinding yang tipis sehingga penggunaan berulang , terutama terkena panas tinggi atau pencucian yang terus menerus dapat membuat material lebih cepat rusak dan berisiko melepaskan partikel mikroplastik.

Selain thinwall, biasanya kita juga menyimpan banyak toples bekas kue lebaran atau wadah makanan kosong lainnya.

Mari coba renungkan kembali. Tidak semua barang yang disimpan akan benar-benar digunakan kembali, bahkan sering kali hanya membuat dapur terasa semakin sesak. Selain itu, penting bagi Momsis untuk lebih bijak dalam memilih wadah makanan yang aman digunakan berulang kali demi menjaga kesehatan dan kenyamanan keluarga.

 

4.      Gunakan Prinsip “Pakai Sampai Rusak” dan “Masuk Satu, Keluar Satu”.

Momsis mari kita berhitung ada berapa tumbler di rumah? Ada berapa koleksi wadah makan anak yang sebenarnya masih bagus tapi kita tergiur untuk terus membeli yang baru?

Sering kali kita tergoda membeli barang baru karena diskon, warna lucu, atau desain yang menarik. Padahal barang lama masih berfungsi dengan baik. Kita sering kali lupa bahwa memaksimalkan penggunaan barang sampai benar-benar rusak menunjukkan sikap mindful dan bertanggung jawab terhadap apa yang kita miliki. Kita sering luput bahwa menumpuk juga akan menguras energi kita.



 https://unsplash.com/id/

Oleh karena itu kita bisa mencoba berkesadaran dalam memiliki dan menggunakan barang. Salah satunya adalah menggunakannya hingga barang tersebut rusak.  Hal ini juga selaras dengan prinsip “Masuk satu, keluar satu.” Ketika membeli tumbler baru, pastikan ada satu tumbler lama yang keluar dari rumah, baik disumbangkan, diberikan, maupun didaur ulang.

William Morris dalam bukunya yang berjudul Hopes and Fears for Art (1882) mengungkapkan bahwa 

Have nothing in your house that you do not know to be useful, or believe to be beautiful”

Atau dalam arti sederhananya adalah jangan simpan sesuatu di rumah jika tidak bermanfaat atau tidak membawa kebahagiaan. 

 Decluttering bukan tentang membuang semuanya, melainkan tentang menciptakan ruang yang lebih nyaman, fungsional, dan menenangkan untuk keluarga. Banyaknya barang di dapur kita tidak berarti menunjukan kita semakin sejahtera dan bahagia. Kebahagiaan justru datang dari rasa cukup dan sadar dalam menggunakan semua apa yang kita miliki. Semoga dengan ini kita akan lebih semangat dan terarah dalam menciptakan ruang dapur yang nyaman untuk semua. Yuk, mulai langkah kecil menuju rumah yang lebih nyaman dan menenangkan melalui gerakan #BebenahMulaidariRumah.


 Penulis : Fadhilah Aunillah  

Editor : Inong Islamiyati dan Evi Syahida 

  

 

Comments

Popular posts from this blog

Strategi Hemat Pengeluaran Lewat Gaya Hidup Minimalis

Review Buku "My Minimalist Life Journey": Ragam Kisah di Balik Minimalisme yang Tak Melulu Soal Barang