Digital Decluttering, Seni Merapihkan Diri Di Balik Kehidupan Digital

 

 

Momsis coba deh cek ada berapa banyak foto dan video yang numpuk di galeri hp? ratusan? ribuan? atau belasan ribu?

Atau pernah cek email tidak? Ada berapa banyak pesan promosi yang masuk dan cuma membuat inbox terlihat penuh?

Atau … pernah cek aplikasi yang ada di hp? Ada berapa aplikasi yang ternyata sudah 3 bulan lebih tidak pernah dibuka?

Hmm sepertinya kita sering kali luput, bahwa salah satu hal yang terdekat dengan kita, yakni HP terkadang membawa banyak “barang” yang sejatinya unfungsional bagi kehidupan kita.

Kehidupan digital memiliki jejak yang besar, tapi seringkali kita tidak menyadarinya dan membiarkan mereka menjadi satu alasan pemicu terjadinya mental load pada diri kita. 

Lalu apakah bisa kita merapihkan semuanya sebagaimana kita merapihkan lemari dan rumah kita ?

Yes, tentu saja bisa. Kita bisa menyebutnya sebagai ‘digital decluttering’

Digital Decluttering adalah seni merapihkan, memilah, dan menghapus berbagai hal yang ‘tidak penting’ baik di dalam gawai maupun di dunia digital kita. Salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan kinerja perangkat maupun sekaligus mental load dalam diri kita.

Mengapa hal ini menjadi penting ? Karena 10 foto duplikat yang menumpuk di HP atau screen shoot berbagai quote yang kita simpan (dan tidak pernah kita baca lagi) yang kita biarkan menumpuk hanya akan memperberat sistem kerja gawai kita. Email yang penuh dengan pesan promosi akan membuat kita penuh dengan pesan  yang bahkan enggan kita baca judulnya dan memenuhi ruang inbox kita. Semua yang menumpuk baik di dunia nyata maupun di dunia digital akan memberikan beban tersendiri bagi otak kita atau biasa disebut dengan mental load.

Mental load (beban mental) adalah  keadaan dimana otak kita terbebani oleh beban kognitif dan emosi yang membuat kita menjadi mudah lelah dan merasa burn out bahkan untuk mengelola kebutuhan sehari hari.

Mental load ini dapat bersumber dari berbagai hal termasuk penuhnya dunia digital kita dengan hal-hal yang tidak perlu. Oleh karena itu digital decluttering menjadi salah satu langkah yang dapat kita lakukan untuk meringankan beban beban kecil yang mungkin tidak kita sadari tapi cukup berdampak pada keseharian kita.

Momsis mungkin akan relate ketika kita membayangkan berbagai pekerjaan baik domestik maupun pekerjaan publik yang harus segera kita selesaikan dan kita harus membuka gawai. Namun saat membuka gawai ternyata memorinya penuh, atau saat mencari aplikasi penting seperti mobile JKN justru tidak ketemu karena tertumpuk dengan berbagai aplikasi yang sudah 3 bulan kita tidak gunakan. Hal ini menunjukan bahwa pekerjaan sederhana yang seharusnya dapat segera diselesaikan justru jadi terhambat karena kita tidak pernah mengenal dan melakukan digital decluttering.

Oleh karena itu mari kita mulai menjadwalkan secara rutin untuk melakukan digital decluttering sama halnya dengan kita melakukan decluttering rutin pada lemari kita.

Berikut adalah hal – hal simple yang bisa Momsis lakukan untuk memulai digital decluttering :

1.     Hapus aplikasi yang sudah tidak digunakan lebih dari 3 bulan.

Hal ini menunjukan bahwa aplikasi tersebut bukan hal esensial yang Momsis butuhkan, atau bisa jadi bahkan Momsis lupa bahwa memiliki aplikasi tersebut, hihi. Aplikasi yang menumpuk akan memakan banyak memori dan membuat gawai Momsis penuh hingga tidak terkesan minimalis.

 

2.     Buat jadwal rutin untuk melakukan decluttering,misal menghapus foto pada galeri dan aplikasi pesan.

Karena faktanya galeri seringkali menjadi penyumbang terbesar digital clutter di gawai kita.

Jadwalkan secara rutin, misal di malam minggu Momsis akan duduk manis selama setengah jam untuk :

-        Menghapus foto duplikat

-        Menghapus screenshot yang sudah tidak relevan

-        Membersihkan file di aplikasi seperti WhatsApp

-        dll 

Setelah itu lihatlah berapa banyak memori yang berkurang ketika Momsis selesai menghapus foto-foto tersebut. Dijamin Momsis pun akan merasa lebih lega, dan hp pun jadi lebih ringan. 

3.     Audit akun email.

Coba cek ada berapa banyak email di inbox yang sebenernya cuma iklan atau promosi yang gak pernah Momsis buka dan bikin email penting kita ketumpuk ? Jadi tujuannya mereka ada di dalam inbox kita ngapain dong ya ? Yuk cobain buat hapus lalu unsubscribe, atau kita coba atur settingan email kita supaya inbox kita isinya cuma pesan pesan yang penting aja. 

4.     Terapkan Minimalisme Digital.

Sebelum  kita menyimpan sesuatu di gawai kita, coba deh tanya sama diri sendiri. Sebenernya aku butuh gak ya aplikasi ini ? Atau cuma FOMO doang ? Atau semisal Momsis telah mengunduh aplikasi yang dipakainya hanya saat itu doang dan kayanya ga bakal kepakai lagi dalam waktu 1 – 3 bulan ke depan ya udah langsung hapus aja. Dan ketika Momsis sudah take 10 foto yang semua hampir mirip, langsung pilih aja 1 – 2 foto terbaik, setelah itu hapus deh. 

Kadang gak semua yang terlihat penting itu emang beneran penting, yang ada malah bikin pusing.

 Yuk Momsis kita terapkan minimalisme dalam setiap lini kehidupan kita, baik yang nyata maupun yang digital. Kita bebaskan otak kita dari mental load gak penting dan fokus sama hal-hal yang bermakna 😊

 

 

Referensi :

https://www.simplethread.com/a-guide-to-digital-decluttering/

 

Oleh : Fadhilah Aunillah


 

 

 


Comments

Popular posts from this blog

Strategi Hemat Pengeluaran Lewat Gaya Hidup Minimalis

MMID CLASS Ramadan & Suistainability : Dari Takjil sampai Baju dan Hampers Lebaran