Ketika Mata "SePeLe" Nyaris Merusak Momen Volunteer-ku
Dalam filosofi hidup minimalis, kita belajar untuk mengurangi distraksi agar bisa sepenuhnya hadir pada momen-momen yang berharga. Kami menyebutnya sebagai intentional living, hidup dengan penuh kesadaran. Salah satu momen yang paling saya nantikan tahun ini adalah mendedikasikan waktu dan energi menjadi volunteer dalam kegiatan Pasar Tukar.
Bagi yang belum familiar, Pasar Tukar adalah sebuah gerakan dan wadah kolektif untuk saling menukarkan barang layak pakai milik pribadi tanpa menggunakan uang. Konsep ini bertujuan untuk memperpanjang usia pakai sebuah barang (circular economy), menekan sifat konsumerisme, sekaligus mengurangi limbah mode atau rumah tangga yang merusak bumi. Acara ini sudah kami rancang berbulan-bulan dengan konsep minimalis berkelanjutan, tanpa spanduk plastik berlebih, dan bertempat di sebuah ruang komunal kecil yang tenang.
Bagi saya, menjadi volunteer di sini bukan sekadar membantu teknis acara tapi untuk berbagi energi positif. Namun, sebuah gangguan fisik yang awalnya saya sepelekan justru hadir menjadi distraksi terbesar di hari-H.
Munculnya Gangguan di Tengah Persiapan
Hari yang dinantikan itu tiba. Dua jam sebelum para peserta datang, sebagai volunteer, saya sudah berada di ruangan komunal ber-AC menatap layar laptop dengan intensitas tinggi untuk menyelaraskan data registrasi pengunjung, sekaligus sesekali memeriksa grup koordinasi panitia dan grup peserta di layar ponsel. Di sela-sela itu, saya juga mengambil beberapa foto ruangan untuk dibagikan ke grup peserta.
Tepat saat itu, kenyamanan itu runtuh. Pandangan saya mendadak kabur. Kedua mata saya terasa sangat sepet, luar biasa perih, dan benar-benar lelah, sebuah kombinasi gejala mata sepat yang menyiksa. Otot di sekitar mata terasa tegang, dan ada sensasi mengganjal yang sangat tidak nyaman, seolah kelembapan di dalam mata saya menguap habis akibat embusan AC ruangan yang dingin dan paparan layar gawai yang intens tanpa jeda saat koordinasi.
Bagaimana Distraksi Mata Kering Mengubah Jalannya Momen
Dalam hidup minimalis, fokus adalah kunci. Namun, gejala mata kering dan sepat ini benar-benar merusak kehadiran penuh (mindfulness) saya sebagai volunteer di momen berharga tersebut. Begitu para peserta Pasar Tukar mulai berdatangan dengan membawa kantong-kantong barang mereka, alih-alih bisa menyambut mereka dengan senyuman hangat, menatap mata mereka satu per satu dengan penuh perhatian, dan memandu proses penukaran barang, saya justru terus-menerus terdistraksi oleh rasa perih yang membakar.
Every time I tried to re-check the visitor swap coupons on my screen, my eyes reflexively kept blinking forcefully and tearing up from the irritation.
Saya kesulitan menjaga kontak mata yang natural dengan para pengunjung karena mata yang memerah, sepat, dan terasa mengganjal. Momen esensial untuk mengabdi yang sudah lama saya nantikan ini nyaris berubah menjadi ingatan yang dipenuhi rasa tidak nyaman dan kegelisahan. Fokus saya terbagi antara tugas volunteer yang harus saya selesaikan dan rasa perih yang tak kunjung reda.
Pelajaran tentang Kesehatan Esensial & Tips Mengatasi Mata Kering
Dari plot twist ini, saya menyadari satu hal, dalam merapikan (decluttering) hidup, kita sering kali lupa merapikan kebiasaan buruk kita terhadap tubuh sendiri. Terlalu lama memegang kendali koordinasi lewat layar laptop atau ponsel di ruangan ber-AC tanpa memberikan jeda istirahat membuat frekuensi berkedip kita berkurang drastis, yang memicu terjadinya sindrom mata kering. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan tubuh kita, berikut adalah beberapa tips minimalis namun fungsional untuk kelola waktu kerja dengan gawai dengan metode blok waktu (time blocking).
- Gunakan metode Pomodoro dengan pola 25 menit fokus penuh dan 5 menit istirahat.
- Tutup semua tab peramban (browser) yang tidak berhubungan langsung dengan tugas aktif.
- Blokir situs hiburan menggunakan ekstensi aplikasi selama jam produktif berlangsung.
- Jadwalkan waktu khusus untuk memeriksa dan membalas surel secara berkala. [3, 4, 5, 6, 7]
Selanjutnya, sebaiknya, pisahkan perangkat kerja dengan kehidupan pribadi.
- Matikan pemberitahuan dari aplikasi obrolan non-pekerjaan saat jam kantor.
- Gunakan satu layar saja untuk mengurangi distraksi visual di meja kerja.
- Aktifkan mode kerja atau fitur Do Not Disturb di ponsel Anda.
- Pisahkan akun personal dengan akun profesional di semua gawai Anda. [8, 9]
Kebiasaan Pendukung
- Simpan ponsel di tas atau ruangan lain saat rapat penting dimulai.
- Tulis daftar tugas di kertas untuk mengurangi interaksi dengan layar ponsel.
- Lakukan peregangan fisik setiap kali waktu istirahat Pomodoro tiba.
- Matikan gawai kerja sepenuhnya setelah jam operasional kantor selesai. [10]
Menemukan Solusi yang Tepat dan Fungsional: Insto Dry Eyes
Melihat saya berulang kali memejamkan mata dengan ekspresi tidak nyaman di tengah keriuhan antrean Pasar Tukar, salah seorang panitia menghampiri saya. Dengan prinsip hidup minimalis yang mengutamakan solusi tepat guna, ia merogoh tasnya yang ringkas dan menyodorkan satu botol kecil berlogo biru. Insto Dry Eyes.
Ia menjelaskan bahwa gejala mata sepat, perih, dan lelah (SePeLe) yang saya alami akibat mata kering tidak akan selesai hanya dengan dikucek atau diistirahatkan beberapa menit. Mata saya memerlukan pelumas buatan untuk mengembalikan kelembapannya yang hilang. Tanpa ragu, saya langsung meneteskan 1-2 tetes Insto Dry Eyes ke kedua mata saya. Ah akhirnya mata saya bisa melihat dengan lebih baik!
Formula hydroxypropyl methylcellulose di dalamnya bekerja dengan sangat efisien, memberikan kelembapan instan yang terasa ringan dan natural seperti air mata sendiri. Rasa perih yang membakar langsung menguap, dan sensasi sepat yang mengganjal lenyap dalam hitungan detik. Pandangan saya kembali jernih dan segar.
Berkat Insto Dry Eyes, sisa tugas saya sebagai volunteer Pasar Tukar berhasil diselamatkan dengan penuh energi positif. Saya bisa kembali membantu proses tukar-menukar barang dengan nyaman tanpa distraksi fisik.
Apakah Momsis sering mengabaikan gejala mata SePeLe saat bekerja atau beraktivitas di depan layar? Yuk, simpan artikel ini dan bagikan ke orang-orang terdekatmu agar mereka lebih peduli pada kesehatan esensial mata mereka!
#InstoDryEyes #BebasMataKering #MataSePeLeJanganSepelein
Referensi:
.png)
Comments
Post a Comment