Makan Bergizi Gratis dan Hubungannya dengan Hidup Minimalis
MBG atau Makan Bergizi Gratis adalah program pemerintahan presiden Prabowo Subianto yang dimulai sejak 6 Januari 2025. Program ini, sering sekali mendapat perhatian dari masyarakat luas baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Program makan bergizi gratis memiliki tujuan mulia yakni meningkatkan status gizi masyarakat serta menurunkan angka stunting dan malnutrisi di Indonesia. Yang ditargetkan mulai dari anak sekolah tingkat PAUD/TK hingga SMA/SMK, balita serta ibu hamil dan menyusui.
Sebenarnya tujuan program MBG ini mulia serta bermanfaat bagi banyak orang apabila pelaksanaan program ini maksimal dan tentu saja memenuhi standar. Maksimal dalam rangka menjangkau seluruh daerah di Indonesia terutama di daerah yang tingkat malnutrisi nya tinggi. Standar yakni mematuhi standar ketat makanan masyarakat baik dalam hal kebersihan, nutrisi atau kualitas gizi serta keamanan pangan. Mengingat bahwa target program ini sendiri adalah kelompok yang membutuhkan tingkat nutrisi tinggi bagi tubuh. Namun pada kenyataannya, ada banyak sekali kasus keracunan MBG yang muncul di berita dan telah membuat keracunan pada anak-anak, guru hingga beberapa petugas SPPG ( satuan pelayanan pemenuhan gizi).
MBG jika pelaksanaannya baik, bukan hanya bisa meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga dalam hal meningkatkan ekonomi. Misalnya pemerintah akan membeli banyak bahan pangan dari petani berupa beras, sayur dan buah-buahan. Membeli ikan milik nelayan, ayam dan telur milik peternak hingga daging dari peternakan. Ekonomi rakyat meningkat, malnutrisi pun menurun.
Data Sampah Makanan di Indonesia
Data Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa limbah makanan masih mendominasi sampah nasional, yakni sekitar 40,79% dari total 20,25 juta ton timbulan sampah. Nah sisa MBG yang tidak termakan ini akhirnya justru meningkatkan jumlah volume sampah makanan di Indonesia. Petugas SPPG sudah mencoba mengelola sampah dengan menjadikannya pakan ternak, kandang maggot, dan pupuk organik. Meskipun begitu jumlah sampah yang terus meningkat ini tidak bisa dibiarkan. Oleh sebab itu gaya hidup minimalis terutama dalam hal makanan bisa menjadi contoh bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas MBG. Makanan minimalis adalah konsep kuliner yang mengutamakan kesederhanaan, penggunaan bahan terbatas, dan fokus pada cita rasa asli dari bahan tersebut.
Minimalis menjadi salah satu solusi cegah sampah makanan
Makanan minimalis bukan berarti makanan ini dalam porsi yang sangat sedikit, tetapi lebih mengutamakan bahan makanan yang segar dan berkualitas tinggi. Porsi makanan yang sesuai dan kandungan gizi yang seimbang meliputi karbohidrat, protein, vitamin dan susu. Tentu saja hal ini harus diperhatikan oleh semua SPPG supaya tidak ada kesenjangan. Di sekolah para guru bisa menerima saran dari anak-anak tentang menu makanan. Sebab memang ada anak yang tidak menyukai jenis makanan tertentu dan harus diperhatikan bagi anak-anak yang memiliki alergi terhadap beberapa jenis makanan. Para guru juga harus memberikan nasihat kepada mereka tentang keutamaan menghabiskan makanan. Tidak memasak makanan terlalu cepat di pagi hari sehingga ketika sampai di tangan penerima MBG makanan tersebut masih hangat, tidak beracun dan lezat.
Standar ketat SPPG bisa diterapkan dengan maksimal jika mereka membuat semacam portal untuk pengajuan saran. Selain menerima saran dari anak-anak dan para guru, para orang tua murid dan masyarakat luas bisa menaruh saran kepada mereka melalui portal khusus tersebut. MBG juga tidak perlu dilakukan saat anak sekolah sedang libur karena berita mengenai MBG yang harus terus dilakukan bahkan saat anak tidak sekolah adalah hal yang tidak baik. Selain takut tidak akan termakan nantinya, petugas SPPG juga berhak untuk istirahat sejenak guna mengumpulkan energi ketika mereka bekerja lagi saat liburan telah usai. Makanan dan gizi perlu diperhatikan tetapi sampah juga bisa ditekan. Yuk kita bijak dalam menghabiskan makanan kita. Karena makanan yang kita makan memiliki banyak cerita dibaliknya sebelum sampai ke tangan kita.



Comments
Post a Comment