Cara Praktis Decluttering Anti Ribet dan No Drama

 Cara Praktis Decluttering Anti Ribet dan No Drama


Apa yang terlintas dalam benak Moms, saat mendengar kata decluttering? Apakah hanya sebatas kegiatan berbenah saja? Atau hanya sekedar agenda merapikan barang? Decluttering tidaklah sesederhana itu. Kata decluttering ternyata memiliki arti yang lebih luas lagi.

Decluttering adalah sebuah kegiatan yang kita lakukan dengan tujuan menghindari atau menyingkirkan barang-barang yang sudah tidak kita gunakan lagi, termasuk barang-barang yang sebenarnya kita anggap sebagai kenang-kenangan, dan hanya menyimpan barang yang memang kita gunakan.

Seluas itulah makna decluttering yang sesungguhnya. Terasa berat, bukan? Di awal memang terasa berat, tetapi saat kita berhasil melakukannya akan ada perasaaan senang dan puas yang kita rasakan karena berhasil melakukannya.

Saya teringat akan salah satu acara televisi Jepang yang kegiatan tersebut adalah melakukan decluttering. Bagaimana menciptakan sebuah hunian yang nyaman, lapang, dan menyenangkan, meskipun tidak besar.

Seperti yang kita tahu, harga hunian di Jepang tidaklah murah sehingga banyak keluarga yang terpaksa tinggal bersama keluarga lainnya dalam hunian yang tidak luas tersebut. Alhasil, mereka harus bisa menciptakan hunian yang tetap nyaman untuk seluruh anggota keluarga.

Bagaimana caranya? Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan hunian yang minimalis. Untuk mewujudkannya adalah dengan menerapkan kegiatan decluttering

Melakukan decluttering ternyata ada tipsnya, loh! Agar kita bisa melakukan decluttering dengan baik, saya akan membagikan cara decluttering yang paling pas dan antiribet. Semoga bermanfaat, ya.


Cara Praktis Decluttering Antiribet dan No Drama

1. Bertahap

Saat hendak melakukan decluttering pastikan kita lakukan secara bertahap. Saya yakin, pasti akan ada banyak part yang harus dibereskan, mulai dari lemari pakaian, lemari perabotan, boks mainan anak-anak, dan masih banyak lagi.

Lakukan yang kita rasa paling urgent terlebih dahulu. Kalau saya, biasanya yang paling utama adalah lemari karena ternyata ada banyak sekali baju di lemari sampai banyak baju menumpuk. Padahal, yang dipakai itu-itu saja.

Banyak menumpuk pakaian yang tidak digunakan sangat tidak baik. Jadi, ada baiknya saya pisahkan saja (decluttering). Nantinya, pakaian ini bisa dialihfungsikan untuk hal yang lebih bermanfaat, misalnya diberikan pada yang membutuhkan, dibuat kreasi lain, dan lain-lain.

2. Klasifikasikan Barang

Mulailah dengan mengklasifikasikan barang yang ingin kita decluttering, misalnya pakaian yang kita suka tetapi tidak terpakai, barang yang kita butuhkan dan barang yang kita jadikan hiasan semata.

Barang menjadi hiasan ini ternyata bukan satu dua barang, tetapi ada satu lemari. Iya, kan? Contohnya, perabotan lucu-lucu yang kita beli, tetapi tidak kita pakai. Semua hanya menjadi hiasan semata.

Bagaimana, siap untuk decluttering?

Kembali lagi ke acara TV yang saya sebutkan di atas. Sang ahli memberikan saran untuk tidak menumpuk barang yang kita beli, tetapi pakailah barang yang akan kita gunakan. Contohnya, kita memiliki banyak sekali peralatan set makan yang diniatkan saat kumpul keluarga.

Padahal, hal itu terjadi hanya beberapa kali dalam setahun. Apalagi, saat pandemi melanda, keluarga pun hampir tidak pernah bertamu. bukan? Tidak efisien menumpuk barang yang hanya dipakai satu sampai dua kali dalam setahun. 

Lebih baik, kita pilih set makan yang bagus tersebut untuk kita pakai sehari-sehari. dan relakan peralatan yang menggunung itu. Boleh kok, menjadikan perabotan kita hiasan cantik, tetapi enggak satu lemari juga. Hehehe.. Cukup pilih satu atau dua perabotan yang paling kita senangi.

Berat pasti, tetapi itulah upaya kita untuk hidup menjadi lebih baik, nyaman, dan lapang. Namun, ada satu hal lagi yang masih belum bisa saya lakukan sampai saat ini juga. yaitu membuang semua barang yang menyimpan kenang-kenangan masa lalu. Huhuhu..

3. Menikmati Proses

Decluttering memang bukan hal yang mudah. Itulah mengapa kita harus bisa menikmati semua prosesnya. Lakukanlah decluttering dengan lapang dada agar semua bisa kita lakukan  dengan baik.

4. Melakukan Decluttering Secara Konsisten

Ada baiknya kita melakukan decluttering ini secara konsisten, misalnya tiap tiga atau enam bulan sekali. Dengan demikian, tidak akan banyak tumpukan barang yang harus kita decluttering. Hal ini tentu akan lebih menghemat waktu kita untuk decluttering.

Baca juga: Decluttering Mainan Anak, Yuk!

Inilah 4 cara praktis decluttering yang saya lakukan agar dapat menjadikan hidup lebih lapang dan bahagia. Tips lainnya seputar decluttering bisa kalian dapatkan di instagramnya @minimalismoms.id. Dengan menjadikan decluttering sebagai rutinitas yang diagendakan, membuat saya dapat lebih menghemat ruang dan uang tentunya.

Dengan decluttering, saya tidak lagi menghamburkan uang untuk hal-hal yang sekadar saya senangi saja. Saat hendak membeli barang, saya selalu mempertimbangkan yang benar-benar saya butuhkan. Jadi bagaimana, sudah siap untuk memulai decluttering?


Kontributor: Chairina



Comments

Popular posts from this blog

"My Minimalist Life Journey" Book Launching Webinar & Kick Off MMID Class Series