Hemat Pakai Plastik dengan Gaya Hidup Minimalis
Plastik kerap menjadi salah satu benda penting dalam kehidupan sehari-hari. Coba saja lihat di sekitar rumah Momsis sekalian. Pasti Momsis memiliki wadah plastik di rumah. Membeli kopi atau jus biasa memakai wadah plastik. Membeli ikan di pasar, sayuran, buah-buahan, peralatan mandi hingga makanan ringan rata-rata menggunakan kantong plastik sebagai pembungkusnya.
Dari Mana Asal Plastik
Plastik sebagian besar terbuat dari bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan gas alam yang diproses melalui industri petrokimia. Minyak mentah di kilang minyak diproses menjadi naphtha, yang kemudian dipecah melalui proses cracking dan polymerization menjadi polimer sintetis (resin/biji plastik). Plastik pertama kali diciptakan oleh Alexander Parkes pada tahun 1862 (Parkesine), namun plastik sintetis pertama yang benar-benar buatan manusia (bakelite) ditemukan oleh Leo Baekeland pada tahun 1907. Perkembangan ini didorong oleh kebutuhan akan alternatif gading bahan tahan lama lainnya.
Harga plastik naik disebabkan oleh ketegangan konflik geopolitik di timur tengah yang mengganggu suplai minyak dunia. Selat Hormuz yang menjadi salah satu selat penting dalam jalur perdagangan dunia ditutup oleh Iran karena ketegangan politik dengan Amerika Serikat. Indonesia mengimpor sekitar 60-70% bahan baku plastik (nafta) dari Timur Tengah sehingga tidaklah mengherankan setelah selat ini ditutup harga plastik menjadi naik.
Dampak Plastik Pada Lingkungan
Plastik adalah bahan yang sangat mudah untuk dibentuk. Mungkin sebagian besar perabotan rumah tangga yang Momsis gunakan terbuat dari bahan plastik. Botol minum, centong nasi, baskom, termos, tempat makan, piring, gelas dan sebagainya. Namun perlu diketahui bahwa untuk mengurai sampah plastik dibutuhkan waktu yang lama. Contohnya kantong plastik membutuhkan 10 tahun di alam untuk bisa terurai. Botol plastik membutuhkan waktu 400 tahun. Ini menunjukkan secara langsung bahwa semakin banyak kita membuang sampah plastik, semakin kita menyusahkan bumi. Sampah plastik bisa mencemari air di sungai dan di laut sehingga ikan yang kita makan mengandung zat Mikroplastik yang berbahaya bagi tubuh.
Momsis Bisa apa?
Dengan menerapkan gaya hidup minimalis minim sampah, kita bisa membantu menjaga bumi, menghemat pengeluaran, serta berperan aktif untuk menyalurkan energi positif ke banyak orang. Salah satu prinsip dasar dari minimalis adalah zero waste. Yakni prinsip untuk meminimalisir jumlah sampah dengan cara pengurangan konsumsi dan penggunaan kembali. Mengingat plastik adalah salah satu jenis sampah yang sulit terurai maka tidak ada salahnya kita mulai menghemat penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan
1. Membawa tas belanja ketika hendak pergi ke pasar atau minimarket. Setidaknya kita harus punya satu atau dua tas yang bisa kita pakai sehari-hari untuk berbelanja. Selain hemat pakai plastik, dengan tas belanja maka barang-barang kita akan lebih tertata rapi dibandingkan harus menenteng banyak kantong plastik.
2. Membawa Tumbler ketika hendak bepergian. Tumbler atau botol minum isi air yang kita bawa dari rumah lebih sehat dan juga minim sampah. Kita juga menghemat pengeluaran dan sekarang banyak tempat umum yang menyediakan isi ulang air minum gratis seperti di stasiun kereta api.
3. Membawa wadah makanan dari rumah ketika hendak membeli ikan atau daging. Ikan di pasar yang kita beli biasanya menggunakan plastik untuk wadah pembungkusnya. Kita bisa meminta tolong pada pedagang untuk membersihkan ikan kita dan menaruhnya di wadah yang kita bawa sendiri.
4. Memilih wadah piring kaca atau stainless ketika makan. Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran sekitar 5 mm yang bisa masuk ke tubuh kita dari penggunaan wadah plastik. Terutama apabila makanan yang kita makan itu masih panas. Menggunakan wadah kaca atau stainless adalah cara agar tubuh kita terhindar dari mikroplastik.
5. Gunakan kembali kantong plastik apabila masih bisa digunakan. Apabila kamu menggunakan plastik hanya sekali padahal plastik tersebut masih bisa digunakan kembali, maka sebaiknya kamu mencuci plastik tersebut dengan air, keringkan, lalu gunakanlah kembali. Jangan langsung dibuang kecuali plastik tersebut sudah rusak dan tidak bisa dipakai lagi.
Plastik memang sangatlah berguna dalam kehidupan kita sehari-hari karena bahan plastik mudah sekali dibentuk menjadi tempat minum, perabotan, bahkan casing handphone yang kita pakai. Namun dengan mengetahui bahwa plastik juga mencemari lingkungan karena sangat sulit diurai oleh alam, mengingatkan kita agar bijak dalam menggunakannya.


Comments
Post a Comment